PANGKEP, BKM– Pemetaan guru yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep yang menuai protes dari beberapa guru. Sebelumnya pemetaan yang dibahasakan sejumlah netizen di medsos sebagai ajang audisi akkhirnya dibawa ke Komisi I DPRD Pangkep, Kamis (29/3).
Rapat dengar pendapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Pangkep, H Umar Haya bersama anggota Komisi I lainnya dan dihadiri pula Sekretaris Diknas Muslimin, Saharuddin Gani (Inspektorat), Rizal Lompi dari Dewan Pendidikan, Para Pengawas SD-SMP dan beberapa Koordinator Pendidikan.
Ketua Komisi I DPRD Pangkep, Umar Haya mengapresiasi inovasi Dinas Pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi hal ini masuk dalam program dana BOS. Meski dalam keterangan itu tidak berbunyi seperti disebutkan dalam medsos tentang ‘audisi’. Tetapi dalam item program BOS ada kata peningkatan mutu pendidikan.
“Inovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan patut diapresiasi. Apalagi anggaran pemetaan ini diakui oleh Diknas bukan dari dana pribadi guru. Melainkan akan dibiayai melalui dana BOS. Kendati begitu, adanya pembayaran Rp 250 ribu untuk guru SD dan Rp 350 ribu bagi guru SMP, dinilai terlalu besar , sehingga Komisi satu merekomendasi untuk direvisi ,” kata Umar. (udi)

