GOWA, BKM — Sebanyak 1.020 santri dari seluruh desa/kelurahan se Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa diwisuda. Ribuan santri ini diwisuda di auditorium Unismuh, Makasasar, Minggu (1/4) siang. Wisuda santri ini dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Gowa, Firdaus, pengurus BKPRMI Kabupaten Gowa, Muh Fitriadi Tripika serta pengurus BKPRMI Kecamatan Bajeng.
Ketua BKPRMI Kecamatan Bajeng, Amiruddin Syam mengatakan, santri yang diwisuda ini merupakan hasil munaqasah yang telah dilakukan di Bajeng. Santri yang mengikuti munaqasah sebanyak 1.068 orang dan yang berhasil lulus hanya 1.020 orang (sekarang diwisuda).
Camat Bajeng, Nasrun kepada Beritakota Makassar mengatakan, atas nama pemerintah Kecamatan Bajeng pihaknya mengapresiasi kerja-kerja kader BKPRMI selama melakukan pembinaan kepada santri.
“Bagi santri yang berhasil munaqasah semoga ilmu yang telah diperoleh (ilmu membaca Alquran) dapat terus diamalkan apalagi membaca Alquran ini wajib khususnya bagi murid SD yang akan melanjutkan sekolahnya ke SMP,” kata Nasrun.
Camat Bajeng juga menjelaskan jika pendidikan TKA-TPA membawa misi memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Alquran sejak dini pada anak.
“Ini perlu dilakukan (membaca Alquran) agar anak-anak kita memiliki filter (akidah) dalam menghadapi era digital yang berdampak terhadap besarnya pengaruh-pengaruh negatif melalui komunikasi global tanpa batas utamanya internet, ponsel, tv, games yang menampilkan gambar-gambar yang merangsang keingintahuan anak lebih realistis. Inilah yang dapat mempengaruhi otak anak-anak kita bila tidak terkontrol orangtua dengan baik dan hasilnya akan berdampak kerusakan,” tandas Nasrun mengajak para orangtua selektif terhadap media bermain anak.
Ditegaskan Nasrun, kelalaian terbesar orangtua selama ini dalam mengasuh anak terletak pada kebiasaan memberikan nafkah jajan berlebihan. Ini cara mendidik yang keliru.
Keluarga tambah camat, saat ini butuh revolusi pengasuhan. Maraknya pergaulan bebas, narkotika merajalela, begal dan sebagainya adalah dampak dari kelalaian orangtua mendidik anaknya.
“Tingkat pemakai lem Fox di Kecamatan Bajeng cukup rawan bahkan mendominasi di Gowa setelah Somba Opu. Miris hati kita melihat generasi hancur. Karena itu wisuda santri merupakan langkah strategis agar kedepan kita tingkatkan peran serta kita semua dengan membekali anak-anak dasar keimanan dan akhlak mulia. Hadirkan Tuhan dalam diri anak. Dengan dasar ini kita dapat menuntun sekaligus membentengi diri mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Nasrun. (saribulan)

