MAROS, BKM — Hujan yang mengguyur kurang lebih dua jam di hulu kabupaten Maros, ternyata membuat sebagian daerah di dusun Pattunuang Desa Samangki tergenang.
Tak tanggung-tanggung banjir merendam sejumlah rumah dan sebuah masjid dengan ketinggian air setinggi dada orang dewasa.
Salah satu warga setempat, Nia menuturkan, kejadian banjir di desanya itu baru pertama kali terjadi.
Warga setempat curiga, banjir tersebut disebabkan karena adanya jembatan layang yang dibangun pemerintah Provinsi sebagai jembatan penghubung Maros- Bone yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah yang dibangun di dusun Pattunuang.
“Ini banjir pertama kali terjadi di daerah sini. Kalaupun hujan turun berhari-hari, hanya menggenangi jalan saja, tidak sampai membajiri sejumlah rumah. Termasuk masjid yang ada di sini,” bebernya.
Dia menjelaskan, air tersebut pertama kali disadari warga setempat, ketika hujan mulai reda sekira pukul lima sore.
Air terlihat pertama kali meluap di sungai belakang masjid. Diakui Nia lokasi masjid memang lebih rendah dari jalanan.
Meski begitu tidak pernah sekalipun masjid dan rumah warga di daerah tersebut kebanjiran.
“Saat kejadian, saya berada di lantai 2 sedang menjemur pakaian. Saya heran melihat semua orang menyeberang jalan. Mereka rata-rata menyelamatkan motornya yang terparkir di tepi jalan. Saat itu, lampu juga mati. Sehingga jaringan komunikasi terputus,” bebernya.
Dia meminta pihak pemerintah kembali meninjau proyek jembatan layang tersebut. Jangan sampai kata Nia, kedepannya jika terjadi hujan deras di hulu, kejadian hari ini akan terulang kembali.
“Kalau tidak ditinjau, bukan tidak mungkin kejadian ini akan terulang kembali. Tentu warga sekitar akan dirugikan. Saat ini mungkin air perlahan surut, tapi warga tetap waspada,” ungkapnya. (Askari)

