ENREKANG,BKM–Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Enrekang, Benny Manjsur mengungkapkan sejak bulan Januari hingga bulan Maret 2018,telah terjadi 20 kali bencana alam di wilayah Kabupaten Enrekang.
Hal ini diungkapkan Benny Manjsur kepada BKM, Selasa (3/4). Menurutnya, 20 bencana tersebut,masing-masing banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.Ketiga bencana tersebut memang yang paling sering terjadi di Bumi Agropolitan,kerena letak geografis yang hampir 85 persen gunung,serta dua sungai besar,yaitu sungai Mata Allo dan Sungai Saddang yang mengairi Kota Enrekang.
“Bencana banjir,tanah longsor dan angin puting beliung.Ketiga bencana ini memang yang paling sering terjadi,”kata Benny Manjsur.
Ia mengatakan, bencana longsor sebanyak 10 kali,banjir 4 kali dan angin puting beliung 6 kali meliputi Kecamatan Cendana dan kecamatan Anggeraja paling sering terjadi.
Sedangkan di Kecamatan Cendana telah terjadi bencana banjir,longsor dan angin puting beliung masing-masing dua kali. Sementara, bencana yang terjadi di Kecamatan Anggeraja masing-masing bencana longsor lima kali dan angin puting beliung satu kali.
Benny Manjsur menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, dan berhati-hati saat hujan dengan intensitas yang tinggi.
“Curah hujan masih diprediksi masih tinggi di Kabupaten Enrekang.Untuk mengantisipasi hal-hal
yang tidak diinginkan,maka dihimbau kepada seluruh masyarakat tetap waspada terhadap kejadian bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi,”himbau Benny Manjsur.(suherman karim)

