pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Warga Tebang Pohon Mangrove di Pesisir Kuri Lompo

MAROS, BKM — Penebangan pohon mangrove di pesisir pantai Dusun Kuri Lompo, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros yang mengatasnamakan pemerintah setempat, dikecam keras Ahmad, Kepala Desa Nisombalia.
Penebangan pohon mangrove dilakukan warga saat dirinya sedang menunaikan ibadah umroh di tanah suci. ”Saya sangat sesalkan kejadian ini. Jika seandainya saya ada, sebatang pohon pun pohon mangrove ditebang pasti saya larang. Karena pohon itu sengaja ditanam untuk kelestarian lingkungan,” tegas Ahmad.
Ahmad menambahkan, warga yang memprotes aksi pembabatan yang terjadi, hanya pasrah saja. Karena oknum yang melakukan pembabatan menyebut atas izin pemerintah setempat.
”Padahal, itu sama sekali tidak seizin dengan saya sebagai kepala desa. Pembabatan sempat kami monitor setelah dihubungi warga saat kami masih di Madinah,” ujar Ahmad.
Saat itu, lanjut Ahmad, dirinya langsung meminta kepada warga dan perangkat untuk segera menghentikan pembabatan pohon mangrove. Akibat pembabatan itu, maka ada sekitar 40 are hutan kayu mangrove yang rusak. Bukan satu hektare.
”Pembabatan hutan mangrove yang mengatasnamakan pemerintah setempat berhasil dihentikan setelah warga memberitahukan saya,” sebut Ahmad.
Ditambahkan Ahmad, kasus penebangan pohon mangrove itu dilakukan warga atas perintah Syamsul, oknum PNS guru yang juga mantan kepala Dusun Kuri Lompo. Hal ini terungkap saat dilakukan rapat dengan tokoh masyarakat di Kuri Lompo di rumah Kepala Dusun, Abdul Majid pada hari Minggu.
Dua warga yang melakukan pembabatan pohon mangrove mengaku di depan tokoh masyarakat setempat, hanya sebagai pekerja dan mendapat upah kerja dari mantan kepala dusun Kuri Lompo. ”Warga yang melakukan pembabatan hanya sebagai suruhan yang dipekerjakan mantan kepala dusun,” ungkap Ahmad.
Disebutkan Kades, lokasi hutan kayu mangrove yang dibabat atas suruhan mantan Kadus Kuri Lompo karena diklaim tanah yang ditumbuhi kayu itu adalah tanah leluhur orang tuanya. Lokasi itu telah habis terkikis air pada tahun 70an. Warga yang bermukim di lokasi itu terpaksa berpindah tempat karena tanah perumahannya hanyut terkikis air laut.
”Lokasi itu diakui warga pernah menjadi pemukiman penduduk. Tapi abrasi hingga warga pindah ke lokasi lain,” sebut Ahmad. (ari/mir/c)



×


Warga Tebang Pohon Mangrove di Pesisir Kuri Lompo

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar