GOWA, BKM — Kalimat Gowa untuk Indonesia ternyata tak salah. Terbukti produk pendidikan yang dirancang didapur Pemerintah Kabupaten Gowa pasca dicanangkan oleh Ichsan Yasin Limpo, mantan Bupati Gowa dua periode itu, kini telah mendapatkan pengakuan secara nasional exellence service atau layanan terbaik oleh Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahkan telah mengundang Pemkab Gowa melalui Dinas Pendidikan Gowa untuk membahas tentang Pendidikan dan yang menjadi fokus bahasan diantaranya adalah SKTB (Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan) itu.
“Iya benar Gowa telah diundang untuk itu dan saya sendiri yang datang ke Kementrian dan berbicara tentang Gowa Kabupaten Pendidikan. Dan diantara yang saya bahas adalah SKTB. Perlu diketahui, sebelumnya SKTB telah mendapatkan exellence service. Ini adalah salah satu bentuk pengakuan pusat atas program cetusan Pemkab Gowa soal pendidikan,” kata Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam, Minggu (15/4/2018).
Kepada Beritakota Makassar, Dr Salam juga mengatakan, atas nama Pemkab Gowa, pada bulan Maret lalu Dinas Pendidikan juga diundang oleh Universitas Surya untuk berbicara khusus tentang inovasi pendidikan di Gowa ini. Sekarang patutlah kita orang Gowa berbangga, sebab SKTB kini sudah jadi percontohan pendidikan secara nasional.
“Kita patut berbangga karena gagasan ide SKTB dan inovasi pendidikan lainnya yang lahir di Gowa kini menjadi percontohan pendidikan secara nasional. Ini sebuah fakta yang bukan dikarang-karang. Dan dalam waktu dekat ini, saya atasnama Pemerintah Kabupaten Gowa juga diundang oleh Barito Kalimantan Selatan untuk berbicara tentang inovasi pendidikan Kabupaten Gowa,” kata Dr Salam.
Terpisah, Kepala SMPN 3 Sungguminasa, yang juga sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Fajar Ma’ruf yang dimintai komentarnya mengatakan sistem pedidikan yang tengah berjalan di Kabupaten Gowa sudah berjalan dengan baik, dan harus didukung oleh semua pihak.
“Sistem pendidikan kita di Gowa ini sesungguhnya adalah pembangunan manusia seutuhnya. Jadi program SKTB ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menguasai semua kompetensi sebagaimana yang dinyatakan dalam standar kompensi dan kompotensi dasar serta perumusan dalam nilai kompetensi kelas minimal,” kata Fajar Ma’ruf.
Selain itu SKTB ini juga memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal pada anak didik dalam suasana pendidikan yang kondusif, sehingga peserta didik dapat belajar secara optimal dalam suasana belajar yang menyenangkan dan dapat menuntaskan pencapaian kompetensi pada seluruh mata pelajaran di setiap kurikulum satuan pendidikan.
“Jadi kalau ada yang mengatakan program SKTB itu membuat murid atau siswa tidak pandai, itu salah. Katanya ada siswa SMP di Gowa yang belum lancar membaca, saya rasa itu keliru karena SKTB ini justru mampu mendeteksi secara dini setiap siswa, apakah mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam hal membaca. Jadi SKTB ini adalah model pembelajaran yang sangat dibutuhkan,” kata Fajar Ma’ruf.
Fajar pun menilai jika ada siswa di Gowa ditemukan tidak lancar membaca, kemungkinan siswa yang dimaksud adalah siswa Inklusif atau tergolong anak yang berkebutuhan khusus yang seharusnya bersekolah di sekolah luar biasa (SLB).
“Tidak masuk akal kalau ada siswa ditingkat SMP yang belum lancar apa lagi tidak tahu membaca. Jika ada yang berkata demikian berarti bisa ditebak hanya sebuah tendensi semata,” nilai Fajar. (saribulan)

