GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meminta seluruh warga Kecamatan Manuju khususnya warga Desa Pattallikang dan dua desa sekitarnya untuk mendukung penuh pembangunan bendungan Jenelata.
”Kalau pembebasan tanah ini nantinya tidak ada riak-riak maka pemerintah pusat akan segera mewujudkan bendungan Jenelata. Tapi kalau masyarakat mau pertahankan keinginannya di atas yang diaturkan pemerintah, maka bendungan Jenelata akan dipindahkan ke daerah lain,” kata Adnan tetap meyakinkan warga Manuju dengan mengatakan dalam pembebasan nanti warga tidak akan mendapatkan ganti rugi melainkan ganti untung.
Penegasan ini disampaikan Adnan saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kecamatan Manuju, Jumat (13/4). Adnan lalu mensosialisasikan rencana pemerintah dalam upaya pembangunan bendungan Jenelata yang akan mulai prosesinya pada 2019 mendatang.
Dikatakan Adnan, tahun depan lokasi bakal bendungan Jenelata akan mulai disurvei. ”Jadi tim pusat akan menghitung luasan lahan itu, berapa harga dan berapa harga per satu bidang tanah. Sekarang tidak ada istilah tim 9. Yang ada adalah tim apresial. Jadi pemerintah kabupaten tidak akan dilibatkan dalam hal menghitung dan menetapkan harga. Tugas Pemkab Gowa hanya mengajak masyarakat untuk sukseskan proyek ini,” jelas Bupati Adnan.
Jika warga Manuju sukses dalam mengantar pembangunan bendungan Jenelata itu, maka menurut Adnan, pembangunan bendungan keempat ini akan menjadi percontohan nasional atau percontohan di Indonesia. ”Gowa pasti bisa. Sebab indikatornya adalah tidak adanya yang tersentuh atau pun berproses hukum,” sebut Adnan.
Pembangunan bendungan Jenelata ini diback up anggaran APBN sebesar Rp1,6 triliun. (sar/mir)
Tiga Desa di Manuju Akan Ditenggelamkan
×

