SOPPENG, BKM— Minimnya minat generasi muda dalam menekuni usaha pembuatan gula aren di Desa Bulue Kecamatan Marioriawa membuat usaha yang sudah menjadi aikon daerah tersebut terancam punah.
Abu, salah satu pengusaha gula merah menjelaskan, di era 90, para pengrajin gula merah cukup banyak hampir 70 persen warga, khususnya di wilayah Gellenge dan Datae.
Menurut Abu minimnya regenerasi pembuat gula aren menjadi salah satunya tantangan dalam pelestarian usaha pembuatan gula.
Saat ini, banyak yang lebih memilih mengolah aren menjadi minuman keras jenis tradisonal jenis ballo. Alasannya, prosesnya mudah dan tidak butuh tenaga kerja yang banyak dan hasilnya lebih banyak dibandingkan dengan membuat gula merah.
Anton, warga Bulue berharap kepada pemerintah supaya dapat menangani bagaimana populasi gula merah bisa kembali jaya. (Sartono)

