TAKALAR, BKM–Gelombang aksi unjuk rasa dari mahawiswa menolak kedatangan 40 ekor sapi bantuan yang dikelola lembaga Forum Informasi Komunikasi – Kelompok Swadaya Masyarakat (FIK – KSM) berbuntut hukum.
Direktur Lembaga Bangun Sulawesi (Lambusi) Nixon Sadli Karma dan Ketua lembaga Riset dan Kajian Publik (Rekap) zainuddin DN resmi melapor ke Polres Takalar terkait pengadaan sapi tersebut.
“Pengadaan sapi, telah kami laporkan kepolres Takalar sebagai langkah untuk mengakhiri polemik yang terus membuncah selama ini. Sehingga muara dan ujung pangkal masalah sapi yang diadakan FIK – KSM dapat diketahui secara terang benderang, tanpa ada lagi nuansa fitnah,” kata Direktur Lambusi, Nixon Sadli Karma, Jumat (20/4).
Dalam laporan tersebut ada tiga nama yang harus bertanggung jawab terhadap munculnya polemik pengadaan sapi tersebut.
” Kami berharap, proses penyelidikan segera ditempuh oleh pihak kepolisian dan memanggil aktor aktor utama dari masalah ini, inti dari laporan Kami adalah spesifikasi sapi yang tidak sesuai,” Ujar Nixon, diamini oleh Ketua LSM Rekap Zainuddin DN.
Dinas pertanian Takalar melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Dodi Syahputra mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu persoalan sapi yang diadakan oleh FIK – KSM. (ari Irawan)

