BULUKUMBA, BKM — Kehadiran energi listrik mikrohidro di Lingkungan Benteng Senggang, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang memberikan dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
Salah satunya penjualan hasil perkebunan kopi petani yang dulunya dijual mentah dan gelondongan kini dipasarkan setelah pengemasan.
Hasil penelitian Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi dalam pemanfaatan hutan lindung di kaki Gunung Lompobattang, yang masuk dalam wilayah Bulukumba memberikan banyak dampak secara langsung kepada masyarakat khususnya yang bermukim di perkampungan Na’na, Senggang, Kayubirangan, dan Katimbang.
Implementasi energi listrik mikrohidro yang dikenakan iuran Rp 10 ribu perbulan membantu masyarakat berhemat dari penggunaan penerangan dengan mesin genset yang menelan anggaran Rp 600 ribu perbulan dan minyak tanah Rp 12 ribu perbulan.
Peneliti dari Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi, Hunggul YSH Nugroho mengatakan, inovasi yang diaplikasikan sejak 2015 lalu itu memiliki konsep menjaga hutan untuk kesejahteraan masyarakat. Peningkatan persepsi dan tingkat partisipasi melalui penanaman, perlindungan mata air dan sempadan sungai, mengurangi tekanan dan turut serta menjaga hutan.
“Aliran dari mata air bukan hanya mengaliri instalasi air rumah tangga tapi dimanfaatkan untuk energi listrik mikrohidro yang difungsikan untuk penerangan masyarakat dan juga kompor biomassa,” ungkapnya (*)
Energi Listrik Mikrohidro Kembangkan Usaha Produktif
×

