PANGKEP, BKM — Pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP/MTs di Kabupaten Pangkep belum seluruhnya menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Dari 134 SLTP yang tersebar di wilayah Pangkep. Ternyata baru 26 sekolah yang melaksanakan UNBK. Sedangkan sekolah yang menyelenggarakan ujian berbasis kertas dan pensil (UNKP) berjumlah 108 sekolah. Ujian nasional ini diselenggarakan dari Senin (23/4) hingga 26 April 2018.
Ujian nasional tingkat SMP/MTs di Pangkep diikuti 6.725 siswa yang tersebar pada 134 sekolah.
Hari pertama Ujian Nasional dipantau langsung Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, bersama Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko, Kajari Pangkep, Firmansyah Subhan, didampingi oleh Kadis Pendidikan Pangkep Muh Idris Sira, Kabag Humas Pemkab Pangkep, Tamrin Taba.
SMPN 1 Bungoro menjadi sekolah pertama yang dipantau Bupati bersama unsur Forkopimda.
Di SMP Negeri I Bungoro terdapat 358 siswa yang mengikuti ujian nasional. Sekolah ini juga masih menerapkan Ujian Nasional berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sebab sekolah ini belum bisa memenuhi sarana kebutuhan komputer dan server jaringan dari jumlah siswa yang ada.
Kendala kekurangan sarana komputer dialami sejumlah 108 sekolah SMP/MTs di Pangkep, sehingga belum bisa menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
“Tahun ini hanya 26 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dari 134 sekolah penyelenggara ujian nasional. Selebihnya masih ada 108 sekolah menggelar UNKP. Kendalanya karena fasilitas komputer dan server jaringan belum bisa terpenuhi,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Muh Idris Sira.
Idris Sira, bertekad agar tahun depan agar sekolah SMP/MTs dapat menerapkan UNBK.
“Kita berharap ujian nasional tahun depan, semua sekolah bisa menerapkan Ujian Nasional berbasis komputer,” harapnya.
Disela-sela melakukan pemantauan ujian nasional, Bupati Pangkep H Syamsuddin A Hamid, mengintruksikan kepada pihak Dinas Pendidikan Pangkep, agar segera mengambil langkah dalam upaya pemaksimalan penerapan UNBK merata di tiap sekolah SMP/MTs yang ada di Kabupaten Pangkep.
“Dari hasil pantauan kami hari ini, ternyata pelaksanaan Ujina Nasional ditingkat SMP, masih banyak sekolah yang belum menerapkan UNBK. Hal ini merupakan PR bagi Dinas Pendidikan. Potensi UNKP lebih beresiko terhadap anak-anak jika masih diberlakukan dalam ujian nasional. Sebab dengan ujian berbasis kertas pensil, besar kemungkinan mereka tidak lulus lantaran lembar jawabannya rusak. Sehingga pihak Disdik perlu memberikan perhatian terhadap hal tersebut,” pungkas Syamsuddin.
Ujian Nasional tingkat SMP/MTs ini berlangsung selama empat hari kedepan, dengan mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dimana dalam sehari diujikan satu mata pelajaran. (Udi)

