GOWA, BKM — Kembali Pemkab Gowa meraih penghargaan bidang kesehatan. Penghargaan itu adalah terkait penanganan TBC. Penghargaan berupa piagam itu diterima Pemkab Gowa diwakili Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin di Phinisi Room Clarion Hotel, Selasa (24/4/2018) siang.
Usai menerima penghargaan itu dari tangan istri Plt Gubernur Sulsel, Tri Rachayu, Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin mengatakan, Gowa meraih penghargaan ini untuk kategori terbaik inovasi dalam penanggulangan dan pengendalian penyakit TBC, sementara Dinkes Makassar untuk kategori terbaik untuk angka penemuan penderita TBC sedangkan Kabupaten Luwu Timur meraih kategori terbaik untuk penyembuhan penderita TBC.
“Kita di Gowa memiliki sejumlah inovasi untuk penanggulangan penyakit TBC ada 10 inovasi,” kata dr Hasanuddin.
10 inovasi yang ditelorkan melalui Puskesmas-puskesmas di Gowa yakni pemberian makanan tambahan yang dikemas dalam program Sare Bayao di seluruh kecamatan, pembentukan pos TBC Desa pada 92 desa/kelurahan, bedah rumah penderita TBC sebanyak 6 rumah, ketuk pintu TBC seluruh puskesmas, apel madu yang dilakukan di Puskesmas Bajeng dan Pallangga.
Pemberdayaan komunitas masyarakat peduli TBC dan pendampingan pasien TBC oleh Daeng TBC, terbitnya Perda dan Perbup TBC HIV dan Kusta, kerjasama demgan LAZIS dan IZI untuk bantuan kemanusiaan bagi penderita TBC. Bantuan modal usaha bagi keluarga penderita TBC, kader posyandu peduli TBC di Puskesmas Gentungan dan Comer Hatiku di Puskesmas Pallangga.
“Dengan diraihnya penghargaan ini bukan berarti langkah kita berhenti disini. Kita akan terus lanjutkan inovasi ini dan itu akan diterapkan di sekuruh puskesmas dengan melibatkan seluruh stakeholder. Yang terpenting bagaimana meningkatkan peran masyarakat utamanya penemuan penderita TBC. Satu penderita bisa tularkan hingga 15-20 orang. Dengan adanya Perda dan Perbup TBC inipula menjadikan langkah Dinkes makin aktif melakukan penemuan penderita. Tentunya semua itu kita sertai edukasi untuk masyarakat agar mau berobat dan kalau berobat jangan putus dan setelah sembuh sedapatmungkin dapat menemukan penderita lainnya,” jelas dr Hasanuddin.
Di Gowa, kata kadis ada sekitar 1.500 orang penderita TBC. “Dan sejak kita lakukan inovasi penangulangan ada penurunan penderita. Tapi soal TBC itu proses penyembuhannya juga menahun. Ada pemeriksaan lab kalau to masih positif maka dilanjutkan dengan pengobatan.
Hadir dalam penerimaan penghargaan untuk tingkat Provinsi Sulsel itu turut dihadiri anggota Komisi IV DPRD Gowa, Fitriadi, Kabid Kesmas Dinkes Gowa, Rumaisah, Kabid P2 Dinkes Gowa, Sangkala, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Gowa, Santi Saman Sadek dan Wasor TB Dinkes Gowa, Hendra Dini. (saribulan)

