pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Masyarakat Diminta Kenali Tanda-tanda Kusta

 

GOWA, BKM — Kusta itu adalah sebaran kuman etiopatogenesis yang berasal dari luar dan menyerang Indonesia. Ada 12 provinsi dan 124 kabupaten di Indonesia yang belum bisa bebas dari kusta ini, termasuk Kabupaten Gowa. Di Gowa sendiri, Dinkes bersinergi dengan stakeholder untuk melakukan penanganan serta pencegahan melalui berbagai program.

Di Kabupaten Gowa berdasarkan data Dinkes ada sekitar 130 pasien berdasarkan angka penemuan. Jumlah ini tersebar di 10 kecamatan yang didominasi kecamatan dataran rendah.

” Dalam mengurangi penderita kusta di Gowa, kami bersinergi dengan berbagai pihak. Memang ada peningkatan angka penemuan dan kemudian disusul penyembuhannya. Angka penemuan kita untuk kusta di Gowa sebanyak 130 pasien yang tersebar di 10 kecamatan dataran rendah,” jelas Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin kepada BKM, Rabu (25/4/2018) di sela kegiatan sosialisasi penanganan penyakit Morbus Hansen (kusta) pada petugas/pengelola kusta di puskesmas dan RSUD Syekh Yusuf bekerjasama Perdoski Cabang Makassar dan Pemkab Gowa.

Dikatakan dr Hasanuddin, saat ini yang inti disosialisasikan ke masyarakat adalah soal stigma. Dimana saat ini stigma masyarakat sekarang sudah berangsur mau menerima bergaul dengan penderita kusta dibanding dulu enggan bergaul.

“Kini masyarakat mulai bersahabat dan tidak mengucillkan lagi penderita MH (morbus hansen) ini. Kusta itu bukan penyakit kutukan tuhan tapi infeksi. Makanya kita juga mengedukasi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda kusta sehingga masyarakat mampu membedakan mana penyakit kulit biasa mana yang gejala kusta. Ingat tanda-tanda kusta nyaris seperti panu,” kata kadis di hadapan para peserta sosialisasi yang berasal dari puskesmas dan rumah sakit di Gowa.

Sosialisasi ini dihadiri Ketua Perdoski (Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) Cabang Makassar, dr Sri Rimayani Malik didampingi Sekretaris Perdoski Cabang Makassar, dr Muji.

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber masing-masing dr Sri Vitayani yang menangani bagian kulit kelamin Fakultas Kedokteran Unhas dan dr Sri Rahmah dari RSU Tajuddin Khalid Makassar.

Seperti dijelaskan dr Sri Vitayani, penularan kusta ini melalui perantaraan manusia dengan melalui saluran pernafasan atas, kontak lama dengan pasien dan melalui saluran pernafasan atas dan kontak langsung kulit. Jika di kulit terdapat panu maka periksalah teliti jangan sampai itu adalah gejala kusta. Cara mendeteksinya dengan menusukkan jarum jika terasa sakit maka itu bukan kusta tapi kalau mati rasa maka hati-hati bisa jadi itu gejala kusta.(saribulan)



×


Masyarakat Diminta Kenali Tanda-tanda Kusta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar