GOWA, BKM — Berbagai cara jajaran Satlantas Polres Gowa mensosialisasikan tertib berlalulintas ke masyarakat. Bukan hanya turun langsung ke jalan raya dan melakukan penjelasan secara langsung ke pengguna jalan tapi juga melakukan lomba melukis dinding atau mural.
Seni mural ini, dinilai mampu cause attraction (menimbulkan daya tarik) bagi masyarakat dengan hanya melihat gambar dan memahaminya.
Sebanyak 23 mahasiswa dirangkul Polres dalam seni mural yang dilombakan ini dan sejumlah ruas dinding tembok dari tanpa cat menjadi berwarna dan memuat pesan-pesan tertib berlalulintas. Dinding tembok yang dimural adalah tembok Satpas SIM Polres Gowa dengan ukuran dinding 2×2,5 meter dan maksimal waktu melukis paling lama lima jam.
23 tim pelukis mural ini didominasi para mahasiswa yang menguasai mural. Lomba mural bertema edukasi terhadap masyarakat agar tertib berlalulintas ini menurut Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga di sela membuka seni mural ini, secara umum kegiatan.ini sebagai upaya menciptakan keamanan dan kekondusifan Kabupaten Gowa.
Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Religia Faradikta selaku leader dari kegiatan mural ini mengatakan, para seniman dalam lomba seni lukis dinding (mural) ini mengusung tiga tema yakni road safety, anti hoax dan pilkada damai.
“Ada 23 tim yang ikut ambil bagian. Mereka rata-rata adalah mahasiswa yang kampusnya ada di Gowa,” kata AKP Religia Farakdikta.
Dia mengatakan, pihaknya memang sengaja merangkul semua kalangan termasuk seniman. Selain dalam rangka program road safery Korlantas Mabes Polri juga dalam rangka mendukung pilkada aman tanpa hoax.
“Lukisan menjadi pilihan dalam mensosialisasikan kesadaran tertib berlalulintas karena media lukis dapat menyampaikan pesan secara langsung,” kata dia.
Sasarannya tambah AKP Religia Faradikta, jika masyarakat datang mengurus SIM maka masyarakat akan melihat sendiri pesan-pesan melalui gambar di dinding tersebut atau berswafoto di lukisan-lukisan tersebut dan mengupload di media sosial.
Dengan begitu masyarakat ikut terlibat aktif membantu mensosialisasikan pesan yang ingin disampaikan oleh gambar tersebut.
“Dengan lomba ini diharapkan menjadi media untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang road safety, anti hoax dan pilkada damai,”kilahnya. (saribulan)

