“Kasihan guru-guru yang sudah terima sertifikat tiba-tiba mapel itu dihilangkan. Makanya bulan lalu saya perjuangkan habis-habisan,” ujarnya lagi.
Mapel bahasa daerah ini pun hanya akan diterapkan pada kelas VII SMP. Dan mulai diberlakukan tahun ajaran baru nanti.
Sedangkan untuk sekolah dasar, kata Salam sudah ada di mapel seni buda yang termasuk didalamnya bahasa daerah
Di Gowa sendiri, jumlah guru bahasa daerah tidak mencapai angka ratusan. Namun Salam mengaku tidak mengetahui pasti jumlahnya.
“Intinya bahasa daerah kan budaya kita. Dan mapel mulok sebagai cara kita agar tetap lestari. Kalau tidak masuk kurikulum itu susah untuk menjaganya,” kata Salam. (saribulan)

