Site icon Berita Kota Makassar

Tahun Ajaran Baru, Mapel Bahasa Daerah Kembali Diajarkan di SMP

GOWA, BKM — Setelah sempat dihilangkan akibat perubahan kurikulum, mata pelajaran (mapel) muatan lokal (mulok) atau bahasa daerah akhirnya kembali dimasukkan dalam mapel untuk sekolah menengah pertama (SMP) di Gowa.
“Iya sekarang guru bahasa daerah (mulok) kembali dimasukkan dalam mapel. Kemarin ini yang kita perjuangkan di Jakarta. Bahkan saat saya diundang menjadi pembicara, ini yang saya bahas,” kata Kadis Pendidikan Gowa,  Salam, dihadapan para kepala sekolah saat rapat koordinasi di Bajeng, Senin (30/4) lalu.
Salam menjelaskan jika sebelumnya mapel mulok masuk dalam Dapodik kurikulum 2006. Namun setelah kurikulum 2013 diterapkan, mapel yang mengajari bahasa daerah setempat itu otomatis hilang.

“Kasihan guru-guru yang sudah terima sertifikat tiba-tiba mapel itu dihilangkan. Makanya bulan lalu saya perjuangkan habis-habisan,” ujarnya lagi.

Mapel bahasa daerah ini pun hanya akan diterapkan pada kelas VII SMP. Dan mulai diberlakukan tahun ajaran baru nanti.

Sedangkan untuk sekolah dasar, kata Salam sudah ada di mapel seni buda yang termasuk didalamnya bahasa daerah

Di Gowa sendiri, jumlah guru bahasa daerah tidak mencapai angka ratusan. Namun Salam mengaku tidak mengetahui pasti jumlahnya.

“Intinya bahasa daerah kan budaya kita. Dan mapel mulok sebagai cara kita agar tetap lestari. Kalau tidak masuk kurikulum itu susah untuk menjaganya,” kata Salam. (saribulan)

Exit mobile version