MAKASSAR, BKM–Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei mendapat pandangan dari calon gubenrur Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Abdullah, Rabu (2/5).
Pasangan nomor urut dua Agus-Tanribali yang diusung Partai Gerindra, PBB dan PPP ini menyebutkan, jika pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat fundamental, dalam pembangunan di negara ini, terkhusus lagi di Sulsel.
Bertepatan dengan Hardiknas, Wakil Gubernur Sulsel 2 periode ini menegaskan, bahwa Indikator kemajuan suatu bangsa itu, karena pemerintahnya mampu memberi pemerataan pendidikan. Bahkan itu sudah diatur dan diamanatkan dalam undang-undang, bahwa pemerintah harus memberi pendidikan dan pemerataan bagi seluruh warganya, tanpa memandang status sosialnya.
Agus pun menambahkan, jika proses pendidikan yang mereka tawarkan, tidak hanya menekankan pada masalah akademik, tapi penanaman edukasi sejak dini juga penting, karena anak dan pemuda-pemudi inilah yang menjadi menerus dan penentu bangsa ke depannya.
“Mereka harus punya karakter kuat, cerdas, bermartabat dan punya daya saing secara global. Makanya, pasangan nomor 2 ini, sudah mempersiapkan program fokus tutas Sulsel Bagus, yang diantaranya memang memberi perhatian untuk bidang pendidikan,” lanjut Agus.
Dalam Program Fokus Tuntas Sulsel Bagus Pasangan Agus-Tanribali, disebutkan, akan ada pembangunan 50 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan gratis, yang lulusannya bisa langsung kerja.
“Tidak berarti hanya mementingkan SMK, tapi intinya adalah pemerataan pendidikan, mulai dari jenjang usia dini hingga tingkat atas, agar punya daya saing,” pungkas Agus.
Sementara Nurdin Abdullah, menilai Hardiknas harus kenjadi momentum pentingnya menanamkan nilai nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pendidikan nasional.
Generasi muda Sulsel harus mampu menanamkan pada dirinya akan nilai nilai kearifan lokal, seperti nilai nilai Siri’ na Pacce, Sipakainge dan Sipakalebbi.
“Sejak dini semua itu harus kita tanamkan pada generasi muda agar kedepan mereka tidak menjadi calon pemimpin yang menghalalkan segala cara dalam meraih kekuasaan, Cara cara yang menghalalkan segala cara itulah yang memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat,”ujar NA.
Agar kedepan mereka menjadi generasi yang punya malu akan busuknya korupsi sehingga mereka menjadi generasi yang saling mengingatkan dan bukan generasi yang saling menjatuhkan.
Kedepan Sulsel akan menjadi daerah yang hebat karena kualitas manuasianya yang mampu menanamkan nilai nilai kearifan lokal pada masyarakatnya, itulah Makna pendidikan Nasional yang sebenarnya. (rhm/rif)

