pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Koalisi Golkar-Nasdem Mulai Kendor

MAKASSAR, BKM–Koalisi Partai Nasdem dengan Partai Golkar di kontestasi pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel semakin tak maksimal dan terkesan mulai kendor. Beberapa agenda penting pasangan nomor urut satu NUrdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) ini tanpa dihadiri elit partai pengusung, termasuk ketua DPW Nasdem Sulsel H Rusdi Masse (RMS) yang tidak mendampingi NH selama dua hari berkampanye di Kabupaten Sidrap.
Sejak awal, Nasdem dan Golkar berseberangan di tiga daerah yang menggelar Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Pemilihan Wali Kota (Pilwali). Di Pilbup Sinjai, koalisi Nasdem mengusung pasangan Takyuddin Masse-Mizar Rahmatullah, sementara koalisi Golkar mengusung Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini Ottong. Di Pilbup Luwu, koalisi Golkar juga mengusung pasangan Patahuddin-Emmy Tallesang, sementara koalisi Nasdem mengusung pasangan Basmin Mattayang-Syukur Bijak.
Dan terakhir, koalisi Partai Nasdem di Pilwali Parepare mengusung pasangan Faisal A Sapada-Asriady Samad, sementara koalisi Golkar mengusung pasangan Taufan Pawe-H Pangerang Rahim. Kini usungan koalisi Golkar di Parepare mendapat hukuman diskualifikasi dari KPU berdasarkan putusan Panwaslu.
Tak maksimalnya hubungan kedua partai tersebut juga terlihat ketika kampanye NH-Aziz di beberapa daerah tanpa dihadiri RMS. Bahkan RMS juga tanpa kabar ketika NH berkampanye di Kabupaten Sidrap selama dua hari. Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif yang hadir berkampanye untuk NH-Aziz. “Saya yang hadir berkampanye di Sidrap,”ujar Syaharudin Alrif.
Dosen politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono menilai jika Nasdem dan Golkar tetap baik dan tidak terganggu. Menurutnya, hubungan vertikal parpol di provinsi dengan DPP nya masing-masing, tidak bisa dengan serta merta dilihat dari dinamika seperti yang nampak di Parepare atau di Luwu, dimana calon usungan Golkar ternyata menghadapi masalah.
“Selama DPP tidak / belum membuat keputusan tentang masa depan koalisi mereka, misalnya, Golkar-Nasdem, maka selama itu pula tidak akan ada perubahan yang mendasari keretakan koalisi. Meskipun RMS tidak pernah / jarang terlihat menemani NH dalam kampanye Pilgub, itu bukan berarti Golkar-Nasdem retak. Jadi sangat tergantung dari bagaimana DPP masing-masing parpol dalam mengelola koalisi dan kepentinganya di daerah yang usungannya bermasalah seperti di Parepare dan Palopo,”ujar Arief. (rif)



×


Koalisi Golkar-Nasdem Mulai Kendor

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar