pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Guru Besar Perumus SKTB Merasa Dilecehkan

GOWA, BKM — Munculnya pernyataan oknum anggota Komisi E DPRD Sulsel yang mendiskreditkan program SKTB (Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan) sebagai program pembodohan bagi siswa membuat sejumlah guru besar yang menjadi dewan pakar dan perumus SKTB tersebut merasa dilecehkan.

Pasalnya menurut para dewan pakar, SKTB tersebut bukanlah program instan yang ditelorkan seketika namun menjalani tahapan demi tahapan perumusan baik skala regional hingga nasional karena melibatkan sejumlah pakar pendidikan dari berbagai perguruan tinggi serta dari Kementrian Pendidikan.

Sebelum ide Ichsan Yasin Limpo, Bupato Gowa periode lalu itu diterapkan resmi di Kabupaten Gowa, sembilan guru besar dari berbagai perguruan tinggi sudah mengkaji dasar pemikiran dan parameter program tersebut.

Para guru besar itu antara lain, Prof Dr Bambang Soepeno, MPd (guru besar sekaligus Konsultan Bank Dunia pada Kementerian Pendidikan), Prof Dr Aris Munandar (Rektor Universitas Negeri Makassar), Prof Dr H Abdorahman Ginting S, PhD (Konsultan Program Bermutu pada Kementerian Pendidikan), Prof Dr Muh Jufri, SPSi, MSi (Psikolog Anak pada Universitas Negeri Makassar). Juga Pror Dr Hamid Hasan (guru besar Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), Prof Pangerang Moenta dan Dr Salam dari UNM.

Seperti dikatakan Prof Dr Bambang Soepeno, ide kelas tuntas berkelanjutan sama sekali tidak bertentangan dengan Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, maupun PP Nomor 48/2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Jadi, dapat dipastikan penerapan SKTB tidak bertentangan dengan paradigma pendidikan nasional.

Hal senada dikatakan Prof Dr Hamid Hasan yang mengatakan, Point 1 SKTB tidak melabrak aturan manapun. Substansi modul-modul kurikulumnya pun tidak banyak berbeda dengan kurikulum 2013.

Terpisah salah seorang tik perumus SKTB yang kini malah diangkat jadi Kadis Pendidikan Gowa untuk mengawal kebijakan program tersebut, Dr Salam, mengatakan pernyataan oknum legislator yang memvonis SKTB sebagai program pembodohan diakuinya telah menyinggung dewan pakar sekaligus perumus termasuk dirinya.

“Apa yang dilontarkan itu sangat melecehkan program unggulan SKTB yang sudah diterapkan bertahun-tahun di Gowa. SKTB tidak diterapkan begitu saja tapi melalui penelitian dan referensi ke negara pemberlaku program ini. Itu dirumuskan detil dan saya termasuk sebagai perumusnya dri sembilan guru besar yang masuk dewan perumusnya kala itu,” kata Dr Salam saat dikonfirmasi terkait SKTB yang telah dijelaskan detil di hadapan Kadir Halid pada Kamis (3/5/2018).

“Iye..sudah mi kukuliahi kemarin sekitar satu jam. Pernyataan dia membuat saya tersinggung sebab saya salah seorang dewan perumus SKTB tersebut,” kata Dr Salam yang juga dosen Fakultas Pendidikan UNM ini.

Dia menyayangkan lantaran SKTB yang dirumuskan bertahun-tahun begitu dilecehkan orang sementara program itu sendiri telah berjalan di Kabupaten Gowa dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gowa.

Bahkan Dr Salam mengaku telah mengantongi identitas siswa SMK yang diperdaya oknum untuk membahasakan di media bahwa banyak siswa di Gowa yang tidak tahu membaca. “Saya sudah identifikasi orangnya ternyata dia ngaku dibayar 100 ribu rupiah hanya untuk membuat pernyataan tersebut di media,” ungkap Dr Salam.

Terpisah guru besar UNM juga mantan Rektor UNM, Prof Arismunandar mengatakan, sebelum SKTB saat itu di Gowa, konsep tersebut memang telah melalui penggodokan oleh beberapa guru besar.

“Penggodokannya cukup lama. Sehingga dalam tataran konsep ini adalah konsep pendidikan yang sangat matang,” ungkap Prof Arismunandar.

Melalui sistem ini lanjutnya, anak-anak didorong memiliki kemauan belajar untuk menuntaskan penguasaan materinya sebelum dilakukan ujian.

Sementara itu terkait kesiapan sumber daya untuk mendukung program tersebut, menurutnya guru-guru sudah ada pelatihan. Bahkan pelatihan juga disiapkan untuk kepala sekolah dan pengawas.

Prof Arismunandar berharap, untuk meningkatkan pencapaian kualitas SKTB secara maksimal, maka semua pihak harus terus memperbaiki diri. “Sisi manajemen sekolahnya terus diperbaiki.
Kualitas guru juga harus terus didorong. Sehingga program yang sangat inovatif ini, hasilnya juga akan sangat maksimal,” tandasnya namun dia mengaku heran jika ada yang klaim masih ada siswa di Gowa tidak tahu membaca.

Senada hal itu tokoh pemuda Gowa, Usman Baddu yang juga Ketua KNPI Gowa dan mantan Ketua DPP Hipma Gowa malah mengaku heran jika banyak pihak yang menyangsikan SKTB. (saribulan)



×


Guru Besar Perumus SKTB Merasa Dilecehkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar