MAMUJU, BKM — Sebanyak 98 siswa sekolah unggulan boarding school SMKN Kakao Sulbar dinyatakan lulus seratus persen. Hal tersebut membuat Pemprov Sulbar berbangga atas keberhasilan yang diraih sekolah tersebut.
”Ini sebenarnya adalah yang benar. Sekolah yang benar memang harus begini. Jadi sebelum lulus mereka sudah ada yang minta. Jadi sekolah yang dianggap berhasil adalah sekolah yang memilik potensi,” kata Wagub Sulbar, Enny Anggraeni Anwar saat berkunjung dalam acara penamatan SMKN Kakao di aula SMKN Kakao, Kecamatan Kalukku, Kamis (3/5).
Dikemukakan, SMKN Kakao Sulbar merupakan sekolah yang dibimbing Pemprov Sulbar melalui beberapa jurusan pengelolaan industri kakao. Dimana, SMK tersebut satu-satunya sekolah yang ada di Indonesia.
Selain itu, ikon Pemprov Sulbar juga sangat identik dengan buah kakao yang menjadi kebutuhan dasar dalam memenuhi kebutuhan coklat dunia. Pemerintah telah berkomitmen menjadikan SMKN Kakao sebagai salah satu sekolah terbesar di tanah malaqbiq yang akan dikenal hingga ke seluruh pelosok nusantara.
Melalui hal tersebut, nama sekolah dan daerah menjadi harum dan membanggakan. Salah satu contoh kecil, salah satu perusahaan di Kalimantan Timur meminta lulusan siswa terbaik untuk dipekerjakan di perusahaannya.
”SMKN Kakao ini adalah satu-satunya SMK boarding school di Sulbar. Jadi saya merasa sekolah ini perlu pembinaan dan perhatian khusus oleh pemerintah,” pungkasnya.
Lebih lanjut dikatakan, terbangunnya sebuah perusahaan merupakan kemampuan dari pihak perusahaan. Maka dari itu, pemerintah daerah perlu mengambil sebuah kebijakan untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik terhadap pihak pengusaha agar mampu menyerap sebagian tenaga kerja lokal yang berasal dari Sulbar.
“ Yang membangun pabrik bukanlah pemerintah, tetapi pemerintah mengajak perusahaan-perusahaan untuk mau membuka usaha-usaha mengenai prodak kakao, tentunya dengan tenaga-tenaga yang sudah terlatih di SMKN ini, “ucapnya.
Terkait gaji guru honorer, saat ini memang menjadi kendala yang tidak hanya dirasakan oleh pihak SMKN Kakao tetapi seluruh SMK dan SMA yang ada di sulbar mengalami hal yang serupa, selain itu pelimpahan program tersebut baru terkelola selama satu oleh pemprov sulbar.
“ Kami akan terus berusaha meminta bantuan berupa fasilitas peralatan-peralatan kepada kementerian melalui Irjen perkebunan,” tandas Enny
Kepala sekolah SMKN Kakao Sulbar, Sjahrir Tamsi melaporkan, jumlah siswa yang tamat sebanyak 98 orang terdiri dari dua jurusan program keahlian yaitu program agrobisnis pengelolaan hasil pertanian ataupun pengelolaan cokelat dan proram tanaman perkebunan ataupun budi daya tanaman kakao.
Perusahaan yang telah melakukan seleksi dan telah menandatangani MOU kesepakatan adalah PT Santan Borneo Abadi dari Kalimantan Timur. Perusahaan ini hanya merekrut tenaga laki-laki dan telah menyeleksi sebanyak 32 orang siswa yang akan ditempatkan di tiga provinsi, dimulai dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Sebelum dipekerjakan, para siswa akan ditraining terlebih dahulu dan ditempatkan di salah satu dari tiga provinsi tersebut. (ala/mir/c)
SMKN Kakao Tamatkan 98 Siswa
×

