GOWA, BKM — Gerakan masyarakat sehat (Germas) adalah program peningkatan taraf hidup serta kualitas hidup masyarakat. Program ini telah dikembangkan di Kabupaten Gowa dan telah memasyarakat melalui aksi seluruh Puskesmas di 18 kecamatan.
Dalam pengembangannya, Pemkab Gowa melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memasyarakat Germas dengan bekerjsama sejumlah unsur masyarakat termasuk kelompok PKK.
Germas yang sarat ajakan untuk menjaga kesehatan, berolahraga, mengatur pola makan serta memperbanyak makan buah-buahan ini tidak hanya arahnya pada anak-anak, orang dewasa, lansia tapi juga kepada remaja.
Dan saat ini Dinkes melalui program Germas ini juga menjadi media untuk mengedukasi para calon pengantin. Terkait edukasi kesehatan bagi calon pengantin ini pihak Dinkes Gowa melakulan kerjasama dengan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa.
Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama antar keduanya masing-masing oleh Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin dan Kepala Kemenag Gowa, Anwar Abubakar disaksikan Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis disela sosialisasi program Germas untuk peningkatan kesehatan reproduksi calon pengantin.
Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis saat membuka sosialisasi Germas di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa, Rabu (9/5/2018) siang ini yang turut dihadiri anggota Komisi 9 DPR RI, Aliyah Ilham, mengatakan, edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin ini sangat tepat dilakukan sebagai antisipasi munculnya berbagai kondisi burik yang bisa dialami para calon ibu setelah menikah.
“Saya berharap seluruh Puskesmas dan jajarannya dapat meningkatkan pelayanannya melalui komunikasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat khususnya bagi kesiapan para calon pengantin atau paling penting adalah para calon ibu,” jelas sekkab.
Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin menjelaskan bahwa kerjasama edukasi kesehatan calon pengantin ini sudah diawali dengan kolaborasi Puskesmas Pallangga dengan KUA Pallanga.
“Kita berharap dengan kerjasama ini seluruh Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Gowa bisa memulai program edukasinya. Edukasi dari segi kesehatan tentunya dilakukan oleh pihak Puskesmas dan untuk edukasi dari segi agama tentunya menjadi tanggung jawab pihak KUA. Jadi sebelum dia menikah dia diedukasi dulu soal agamanya kemudian diedukasi lagi masalah kesehatannya. Semua itu menjadi penting diketahui calon pengantin bagaimana kesiapan calon ibu itu untuk menikah kemudian kesiapan hamil dan kesiapan melahirkan dan setelah melahirkan,” jelas dr Hasanuddin.
Dijelaskan Kadis Kesehatan Gowa bahwa Germas di Gowa sudah berjalan dua tahun dan dibackup dengan berbagai inovasi yang diterapkan masing-masing Puskesmas. Inovasi-inovasi terapan Puskesmas antara lain tagline-tagline yang merupakan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan seperti Tali Kesorga (Kecamatan Peduli Kesehatan dan Olahraga) dan GS8 (Gerakan Sabtu Subuh Shalat Senam Sayur Suluh Sehat Surga) serta Mantap Kesorga, Liontin dan lainnya.
“Germas ini sudah memasyarakat bahkan sampai pada lorong-lorong permukimanmulai dari kabupaten, kecamatan hingga kelurahan dan desa. Khusus untuk kesehatan calon pengantin kita sudah telorkan pula Liontin (lembaga informasi terpadu calon pengantin) yang menjadi tagline Puskesmas Pallangga dan untuk inovasi ini telah diterapkan Puskesmas Pallangga dengan KUA setempat,” kata dr Hasanuddin.
Dikatakannya manfaat edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin ini agar pasangan pengantin bisa menghasilkan generasi berkualitas.
“Calon pengantin harus dibekali pengetahuan kesehatan ini agar tidak terjadi kelahiran anak Stunting (kerdil) dimana kondisi anak itu tumbuh tanpa kesesuaian umur dengan tinggi badan,” tambah kadiskes. (saribulan)

