PANGKEP,BKM– Perjuangan seorang Ibu asal Pulau Kapoposang bernama Haeranah (25) pasca melahirkan bayi, cukup melelahkan dan mendebarkan. Pasalnya Ibu ini harus menempuh perjalanan beberapa jam dengan menumpang perahu kecil sejenis Jolloro membelah lautan luas. Haeranah dievakuasi ke RSUD Pangkep karena plasentan bayi, tertinggal di dalam perut setelah melahirkan bayinya .
Haeranah bersama bayi yang baru berumur beberapa jam berangkat dari pulau Kapoposang Kecamatan Liukang Tupabbiring sekitar pukul 01.00 wita dan baru tiba di Dermaga Pangkajene, Rabu (9/5) sekitar pukul 03.00 wita
Kades Mattiro Ujung, Hasan, ikut mengantar langsung warganya dari pulau ke daratan Pangkep untuk memperoleh pertolongan di RSUD Pangkep bersama bayinya
Hasan kemudian menjelaskan kronologis perjalanan apa yang dialami warganya bahwa kejadian ini bermula Rabu malam sekitar pukul 19.00 wita. Haerana itu melahirkan di rumahnya di Pulau Kapoposang tanpa ada tenaga medis yang mendampingi saat persalinan.
Saat itu hanya suami dan beberapa tetangga yg hadir di rumahnya untuk turut membantu persalinan tersebut. Tidak lama berselang keluarlah sang bayi. Tetapi ari-arinya tidak keluar, meski sudah beberapa kali diupayakan untuk dikeluarkan, namun sampai pada pukul 00.00 ari-ari itu tak kunjung keluar. Warga pun sudah mulai berkerumun dirumah ibu tersebut.
“Kami yang ikut mengantar langsung baru bisa tiba di sungai Pangkajene sekitar pukul 03.00 wita. Hampir satu jam kemudian ari-ari itu bisa dikeluarkan oleh tim medis tepat pukul 04.00 wita, ” pungkas Hasan .
Direktur RSUD Pangkep, dr Annas Ahmad yang dikonfirmasi membenarkan adanya ibu yang dirawat bersama bayinya pasca melahirkan. Ibu dan bayi ini dalam kondisi sudah membaik.
” Ibu ini melahirkan di rumahnya di wilayah Kepulauan. Hanya saja setelah melahirkan mengalami retensio plasenta ( Ari-ari) tidak ikut lahir , sehingga harus dirujuk ke RSUD untuk diberikan perawatan, ” kata dr Annas. (udi)

