GOWA, BKM– Pihak PDAM Tirta Jeneberang meminta para pelanggan khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Barombong dan Pallangga agar bersabar akibat distribusi air dari IPA Barombong.
Terganggunya pelayanan air bersih ini akibat IPA Barombong tidak bisa berproduksi (mengolah) lantaran bendung karet Maccini Sombala yang menjadi salah satu pendukung vital pengolahan air baku IPA Barombong masih rusak.
Kerusakan itu pun tidak bisa diatasi pihak PDAM Gowa lantaran merupakan kewenangan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ).
Dirut PDAM Tirta Jeneberang, Hasanuddin Kamal saat dikonfirmasi, Minggu (13/5/2018) mengatakan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang terjadi.
” Produksi air kita terhambat dikarenakan kerusakan bendung karet Maccini Sombala dan yang bisa menangani kerusakan itu adalah pihak balai besar. Bapak Bupati Gowa bahkan sudah menyurat ke balai besar guna melakukan perbaikan meski sifatnya darurat agar masyarakat bisa terlayani apalagi menjelang bulan puasa. Dan pihak balai sudah menyampaikan kondisi tersebut ke Kementrian PUPR prihal tersebut diatas,” jelas Hasanuddin.
Dikatakan Hasanuddin, untuk perbaikan dari pihak balai maka PDAM Gowa sendiri tentu tidak tinggal diam melainkan melakukan minimal empat hal upaya yakni karena elevasi permukaan air yang turun beberapa meter mengakibatkan pompa di sumur Intake tergantung.
“Makanya kami memasang dua unit pompa di atas ponton (Perahu Terapung), namun sekarang karena intrusi air laut maka pompa itu juga tidak dapat dioperasikan penuh, dikarenakan air baku tercampur air laut sehingga kadar keasinan di Sungai Jeneberang di atas 1.000 PPM (Part Per Milion). Sedangkan kadar yang diperbolehkan oleh Departemen Kesehatan hanya 250 PPM,” jelas Hasanuddin.
Upaya kedua yang dilakukan yakni tetap
menunggu kondisi sungai jika pada saat air surut dan kadar asin sesuai maka pompa dioperasikan. “Untuk itu kami standby 24 jam kan operator IPA Barombong di pinggir sungai,” katanya.
Upaya ketiga tambah Hasanuddin adalah mensuplay pada malam hari dari IPA Pandang-pandang dengan membuka valve di jembatan kembar pada pukul 19.00 Wita hingga 05.00 Wita dengan harapan sebagian pelanggan bisa terlayani dan menampung air guna memenuhi kebutuhan pokok.
“Meski kami sadari itu tidak cukup tapi paling tidak pelanggan ke bagian dalam 24 jam,” katanya.
Dan upaya keempat tambahnya,
melakukan pengantaran lewat mobil tangki bagi pelanggan yang sama sekali tidak terlayani meski malam hari mengalirkan air dari IPA Pandang-pandang secara bergilir karena armada PDAM hanya ada satu unit.
” Yang jelas kami upayakan secara maksimal agar pelanggan tetap bisa terlayani. Sungguh gangguan ini di luar kewenangan kami tapi kami sadar kalau pelanggan tentu tidak mau tahu dan hanya perlu dilayani maka kami tetap memohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami dan tetap berharap agar segera normal kembali,” jelasnya.
PDAM Tirta Jeneberang tambahnya lagi tetap memfasilitasi pelanggan dengan bantuan hotline untuk permintaan mobil tangki di Telp (0411-8220363 dan HP 081242092251 melalui Kabag Pelayanan Pelanggan. (saribulan)

