GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengancam akan mencabut izin usaha bagi para pedagang maupun distributor yang bermain baik itu menaikkan harga maupun menimbun stok kebutuhan pokok jelang Ramadan ini.
Penegasan itu dilontarkan Bupati Adnan ketika hadir dalam High Level Meeting yang melibatkan berbagai pihak di Baruga Karaeng Pattingaloang Pemkab Gowa, Senin (14/5/2018) siang.
Adnan dalam kesempatan itu mewarning para distributor yang ada di Kabupaten Gowa agar tidak melakukan penimbunan jelang Ramadan dan Idul Fitri.
” Bagi distributor maupun pedagang yang membandel, maka Pemkab Gowa akan memberi sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha. Saya juga meminta ketegasan dari aparat penegak hukum (Kodim dan Polres) untuk menangkap distributor yang melakukan penimbunan barang. Kalau perlu tangkap orangnya,” tandas Adnan.
Adnan mengatakan, ketegasan itu diperlukan karena ini menyangkut ketersediaan stok di saat kaum muslim menjalankan ibadah bulan Ramadan.
Karena terkait ketersediaan barang maka kondisi inipun tak lepas dari pengendalian harga. “Jika kenaikan harga barang itu hanya berkisar 10 persen maka itu masihlah stabil. Kita masih toleransi pedagang. Tapi jika kenaikan harga itu sudah 20 persen maka kita harus melakukan pengendalian. Saya sampaikan ke Dinas Perdastri agar jika kenaikan hanya kisaran 10 persen itu masih stabil. Dan kita harus pastikan bahwa stok kebutuhan pokok aman tersedia dan kita jamin tersedia saat memasuki Ramadan, sementara Ramadan berlangsung dan hingga jelang lebaran Idul Fitri pada Juni mendatang,” kata Bupati Gowa.
Gowa ini tambah Adnan berbatasan dengan 9 kabupaten/kota di Sulsel. “Kami (Gowa) punya 18 kecamatan dan 167 desa/kelurahan dan berbatasan langsung 9 kabupaten/kota karena itulah proses pendistribusian stok barang kebutuhan perlu pengawasan dan harus dijamin aman. Inilah yang kami minta kepada mitra kami Kodim dan Polres untuk mengawasi pendistribusian ini,” tandasnya.
Adnan juga mengingatkan karena Gowa pasti juga mendsitribusikan ke kota Makassar maka diapun memastikan kebutuhan pokok Gowa aman sebelum mendistribusikan ke Makassar. “Jangan sampai stok untuk masyarakat Gowa tidak tercukupi sementara kita distribusi ke Makassar, makanya kita harus pastikan dulu kebutuhan untuk masyarakat Gowa aman atau tidak,” tambahnya lagi sembari mengatakan operasi pasar setiap minggunya akan dilakukan untuk ngecek kenaikan harga termasuk ketersediaan stok.
Sementara itu, Deputy Bank Indonesia Perwakilan Makassar, Musni Hardi yang hadir dalam High Level Meeting itu mengatakan, tingkat inflasi yang terjadi di Gowa sangat mempengaruhi Kota Makassar.
Untuk itu Musni meminta agar dinas terkait ikut membantu dengan memantau harga dan menjamin ketersediaan stok. Apalagi ada beberapa komoditas yang disuplai dari Gowa ke Makassar.
“Gowa itu pemasok daging, ayam dan sayur mayur. Kita harapkan selama Ramadan hingga Idul Fitri pasokan tetap lancar,” tandasnya.
Terpisah, Kadis Perdagangan dan Perindustrian Gowa, Andi Sura Suaib, menjelaskan jika ketersediaan stok aman. Sementara untuk harga belum ada kenaikan signifikan.
Harga beras misalnya menurut Andi Sura masih stabil. Untuk beras medium Rp 10.000 per Kg dan beras premium Rp 12.000 per Kg. Harga daging sapi Rp 90.000 per Kg. Daging ayam kampung Rp 40.000 per Kg, ayam broiler Rp 23.000 per Kg.
“Yang mengalami kenaikan hanya telur ayam ras yakni dari Rp 1.300 per butir menjadi Rp 1.400 perbutir atau naik sekitar 7,68 persen,” kata Andi Sura. (saribulan)

