ENREKANG, BKM–Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, tepatnya di Desa Banua dan Desa Tallang Rilau Kecamatan Bungin. Material longsoran menutupi badan jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut. Akibatnya, jalan itu tidak dapat dilalui kendaraan.
Bencana tanah longsor di Desa Banua dan Desa Tallang Rilau Kecamatan Bungin, terjadi pada Selasa,(15/5/2018) akibat curah hujan yang tinggi. Tebing di sepanjang jalan tidak mampu menahan derasnya air hujan, sehingga mengakibatkan longsor sepanjang 50 meter dengan lebar 5 meter.
Personil Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Enrekang,Bahrul setelah meninjau lokasi mengemukakan,dampak dari longsor tersebut, mengakibatkan jalur transportasi terputus.
“Pemasaran hasil bumi baik yang dari desa Banua maupun Desa Tallang Rilau terhambat, karena sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Bahkan, longsor tersebut juga menghambat anak sekolah,”kata Bahrul kepada BKM, Kamis (17/5).
Ia mengatakan hingga,Kamis,(17/5) material longsoran masih menutupi badan jalan karena belum dilakukan pembersihan. “Pembersihan harus menggunakan alat berat seperti eskavator.Tapi, hingga hari ini (Kamis/17/5), eskavator belum tiba di lokasi,”lanjut Bahrul. (suherman karim)

