GOWA, BKM — Tim verifikasi lapangan Kota Layak Anak (KLA) pusat yang turun melakukan verifikasi terhadap keikutsertaan Kabupaten Gowa dalam daftar 177 kabupaten/kota yang progres menuju kabupaten layak anak, mengaku salut atas sejumlah inovasi yang dilakukan Gowa dalam upaya menjadikan Gowa sebagai kabupaten layak anak.
Salah satu inovasi yang disaluti tim KLA pusat yang melakukan verifikasi selama dua hari baru-baru ini adalah inovasi mengubah ruang BK menjadi ruang masa depan yang dilakukan di SMPN 3 Sungguminasa di Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu.
Ruang BK (Bimbingan Konseling) selama ini identik dengan ruang hukuman bagi siswa yang banyak melakukan pelanggaran. Namun di SMPN 3 Sungguminasa ruang BK ini diubah jadi ruang masa depan anak.
“Artinya image ruang BK itu sebagai ruangan sanksi dihilangkan karena membuat siswa trauma dan enggan masuk di BK. Tapi di SMPN 3 ini ruangan ini diganti namanya jadi ruang masa depan yang artinya. menjadi ruang pembinaan yang sarat dengan keramahan guru dalam membina,” kata Kawaidah Alham, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Kabupaten Gowa, Jumat (18/5/2018).
Keberadaan tim KLA pusat di Gowa selama dua hari pada 8-9 Mei lalu telah banyak memberikan inspirasi bagi Pemkab Gowa untuk menuju Kabupaten Layak Anak. Apalagi menurut Tim Independen Evaluasi Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak (KLA) Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hamid Patilima, Kabupaten Gowa yang masuk daftar 177 kabupaten/kota se Indonesia untuk verifikasi tahap kedua ini, sudah memenuhi syarat menjadi kabupaten layak anak.
“Sisa membenahi trotoar dan zona aman sekolah 50 meter setelah dan sesudah sekolah. Soalnya zona aman sekolah yang garis merah itu sudah buram sehingga harus diperjelas kembali. Trotoarnya juga jangan pot bunga yang dipasang sebab fungsinya adalah untuk pejalan kaki,” kata Hamid Patilima menyarankan pembenahan tersebut saat melakukan peninjauan langsung ke indikator-indikator penilaian.
Saat berada di kantor Camat Pallangga dan Puskesmas Pallangga, tim KLA ini memuji lantaran kantor camat dan puskesmas tersebut memenuhi standar layak anak. Tim KLA juga salut dengan adanya kampung edukasi yang dirintis masyarakat di Dusun Pajalau, Desa Panakukang, Kecamatan Pallangga.
“Iya di kampung ini dijadikan tempat pembelajaran mengenal alam. Dulu di lokasi itu hanya jadi tempat sampah sekarang diubah jadi tempat belajar untuk anak-anak. Tim KLA juga
menilai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gowa banyak inovasi salah satunya adalah program akte kelahiran anak serta kartu identitas anak pengganti KTP el bagi anak-anak usia 0-17 tahun kurang satu hari,” jelas Kadis PP- PA Gowa.
Ditambahkan Kawaidah Alham, semoga upaya Pemkab Gowa menuju Kabupaten Layak Anak menorehkan prestasi terbaik khususnya bisa meraih kategori Utama dalam program kabupaten layak anak ini. (saribulan)

