GOWA, BKM — Seorang bocah lakilaki (2) bernama Radit bin Haslan akhirnya memicu histeris orangtuanya setelah bocah tersebut ditemukan sudah terbujur kaku di saluran irigasi di Dusun Tombolo, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga.
Bocah tersebut ditemukan setelah hilang dari pandangan orangtuanya sekira pukul 12.30 Wita, Kamis (24/5/2018) dan baru ditemukan sekira pukul 14.30 Wita setelahnya.
Sebelumnya bocah Radit bermain-main dengan tiga orang bocah sebayanya di pinggiran irigasi yang saat itu kondisi aliran airnya cukup kencang serta kedalaman saluran kurang lebih 2 meter.
Diduga korban saat terjatuh ke dalam saluran terbawa arus dan hanyut sebab mayatnya ditemukan dengan jarak kurang lebih 600 meter dari rumah korban. Mayat Radit ditemukan tetangga korban bernama Abd Rahman alias Boni (21).
Begitu ditemukan spontan keluarga bocah histeris. Saksi penemu, Abd Rahman alias Boni mengatakan, saat Radit bersama ketiga teman sebayanya menurut nenek Radit, terlihat bermain di pinggir irigasi selama 30 menit. Tapi begitu sudah pukul 13.00 Wita, suara Radit sudah tidak terdengar lagi.
“Neneknya mengatakan tidak mendengar suara Radit padahal sebelumnya suaranya ramai bermain dengan teman-temannya. Karenanya nenek Radit mencari-cari korban tapi tidak ketemu juga,” kata Abd Rahman Boni mengaku turut mencari korban.
Berselang satu jam kemudian korban akhirnya berhasil ditemukan kurang lebih 600 meter dari irigasi depan rumah korban. Bocah Radit saat ditemukan sudah tidak bernyawa.
Seorang tetangga lainnya bernama Mansur kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pallangga. Dari sejumlah petugas dari Polsek langsung ke TKP.
Camat Pallangga, Indra Wahyudi Yusuf saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Bahkan sesaat menerima laporan bocah tenggelam di saluran irigasi, Indra langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bupati Gowa dan Wabup Gowa.
“Kasus tewasnya bocah Radit di saluran irigasi sudah ditangani pihak Polsek Pallangga,” kata Camat Pallangga.
Terpisah, Kapolsek Pallangga, AKP Sainal Azis yang dikonfirmasi pukul 20.02 Wita mengatakan kasus tewasnya bocah malang itu sementara dalam pendalaman Serse.
“Iya sementara pendalaman dari pihak Serse. Upaya yang kami lakukan yakni mendatangi TKP, membuatkan sketsa TKP dan memanggil pihak medis Puskesmas Pallangga untuk diadakan pemeriksaan luar apa ada tanda-tanda kekerasan atau tidak,” kata kapolsek.
Dikatakan kapolsek, berdasarkan informasi dari pihak keluarga diketahui bahwa ibu dari bocah tersebut sudah lama meninggal, ayah korban bernama Dg Bella (30).
“Selama ini bocah Radit tinggal di Palu dan baru sembilan hari berada di Kabupaten Gowa dibawa oleh neneknya,” jelas Kapolsek Sainal Azis. (saribulan)

