SIDRAP, BKM — Banjir yang sudah melanda wilayah Sidrap dan sekitarnya sejak sepekan terakhir membuat ketinggian air mencapai sudah 2 meter lebih.
Banjir akbiat luapan Danau Sidenreng dan Danau Tempe Kabupaten Wajo meluas ke tiga Kecamatan yakni Wala Tedongnge, Kecamatan Watang Sidenreng, Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, dan Wette’e, Panca Lautang.
Ratusan rumah dan ratusan hektar lawan pertanian terendam banjir. Bahkan sejumlah fasilitas umum ikut terandam banjir dan memutuskan jalan penghubung antar desa.
Jembatan gantung penghubung Kabupaten Sidrap-Wajo mulai rusak dan tali pengikatnya putus akibat rumah persawahan yang menabrak jembatan itu saat terbawa derasnya air luapan danau.
Hingga kini, banjir sudah mulai merendam lantai dua rumah warga. Bahkan sebagian sudah mengosongkan rumah mereka dan mengunsi sementara waktu ke rumah sanak saudara yang tidak terkena banjir.
Sebagian pula memilih tinggal didalam rumah dan menunggu bantuan dari pemerintah seperti kebutuhan pokok,obat-obatan dan bambu.
Banjir yang merendam pemukiman itu sejak sepekan terakhir membuat warga waspada terhadap berbagai penyakit dan ancaman eceng gondok.
Pantauan BKM di lokasi, Selasa, (29/5), ribuan kubik eceng gondok yang terbawa banjir mulai merapat di pinggir rumah-rumah warga. Warga pun memasang bambu untuk menghalau eceng gondok yang bisa merusak rumah-rumah warga.
Farida warga setempat mengaku, sejak banjir terjadi seluruh aktivitas terganggu. Mereka hanya menggunakan perayu dayung untuk antar jemput anak-anak mereka pulang dari mengaji maupun sekolah.
”Saat seperti ini kita berharap bantuan dari pemerintah seperti kebutuhan pokok dan obat-obatan. Sebab, tidak menutup kemungkinan banjir seperti ini bisa membuat berdatangan berbagai penyakit seperti gatal-gatal dan diare,” ujar Farida.
Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sidrap, Hasanuddin mengaku masih terus melakukan pendataan terhadap korban-korban banjir. (ady/C)
Eceng Gondok Mengancam Pemukiman Warga
×

