MAKASSAR, BKM–Publik di Sulawesi Selatan diprediksi kuat menginginkan agar Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang berpeluang menggantikan Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai Gubernur periode mendatang.
Hal itu tergambar pada tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) tertinggi sesuai hasil survei terbaru Citra Publik Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (CPI-LSI Network). Itu terekam dalam potret survei LSI yang dikenal sebagai salah satu lembaga survei di Indonesia yang kredibel dan profesional saat memaparkan hasil risetnya di Clarion Hotel Makassar, Minggu (3/6).
Peneliti LSI, Fitri Hari megemukakan bahwa di samping mengukur elektabilitas masing-masing pasangan, di survei yang melibatkan 700 responden, juga mengukur sejauh mana publik Sulsel dalam menilai kinerja 10 tahun pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan SYL. Hasilnya, 79,3% merasa puas dengan kinerja SYL, dan 76,7% puas dengan kinerja pemerintah provinsi.
Ketika publik ditanya siapa yang layak melanjutkan kepemimpinan SYL? Ichsan Yasin Limpo paling didambakan. Ada 27,6% yang menginginkan pasangan Andi Mudzakkar ini meneruskan torehan keberhasilan yang dicapai SYL. Sedangan 23,3% menginginkan Nurdin Abdullah, dan 21,1% ke Nurdin Halid. Sementara Agus Arifin Nu’mang hanya 9,3%. Dan sisanya belum memberikan jawaban/tidak tahu dan rahasia.
“Ini juga salah satu alasan kenapa IYL-Cakka unggul di tingkat elektabilitas, karena oleh publik Sulsel mereka paling pantas melanjutkan kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo,” papar Fitri di depan wartawan saat memaparkan hasil surveinya bertema “Siapa Penerus Syahrul?”.
Ketika ditanya soal hasil survei yang dilakukan pertengahan April baru dipublis 3 Juni, Fitri mengaku jika hasil survei satu hingga dua bulan masih relevan. “Kecenderungannya waktu itu masih relevan satu hinga dua bulan kedepan,ucap Fitri.
Sebelumnya Fitri memperkenalkan profil lembaganya yang telah memenangkan beberapa kontestasi seperti Pilpres, Pilgub, Piwali dan Pilbup di seluruh Indonesia. “Kita (LSI) tak ingin main-main, tapi mempertaruhkan reputasi yang telah terbangun selama ini, tentu kita objektif,”ucapnya.
Seperti diberitakan, CPI-LSI mempublish temuan risetnya yang pengambilan dan pengolahan datanya dilakukan di April 2018. Dari data yang marjin of errornya sekira 3,8%, IYL-Cakka menempati posisi pertama dengan tingkat elektabilitas 28,6%. Disusul NH-Aziz 24,4%, NA-ASS 23,7%, dan Agus-TBL 9,3%, serta sisanya 14,0% belum menjawab/rahasia dan tidak tahu.
Dari data di atas, IYL-Cakka unggul melebih batas marjin of error. Sedangkan NH-Aziz dan NA-ASS, selisihnya terpaut di bawah 1% atau masih dalam batas marjin of error. Sehingga posisi mereka masih saling memungkinkan bertukar tempat.
Sebelumnya, empat lembaga survei nasional lainnya juga mengunggulkan IYL-Cakka di posisi pertama selama sembilan bulan terakhir. Mulai dari Poltracking, ISS, dan SDI hingga Jaringan Suara Indonesia (JSI)
Disamping itu, sempat beredar “bocoran” survei SMRC. Di data yang belum terkonfirmasi dari pihak SMRC mengenai kebenarannya, lagi-lagi IYL-Cakka berada di posisi yang bagus. Khusus JSI yang merilis temuannya risetnya untuk medio Mei 2018, tingkat keterpilihan IYL-Cakka hampir sama dengan temuan LSI. Namun jika mengacu pada periode survei, LSI di April dan JSI di Mei, maka terjadi kenaikan trend. (herdy)

