SIDRAP, BKM — Kadis Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PP dan KB) Sidrap, Dr HA Irwansyah, menyebutkan penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yang lebih ringan dari pada penderita dewasa.
Tapi ada juga penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun tapi tetap dapat menularkan virus rubella.
Penyakit ini umumnya butuh waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan sampai menimbulkan gejala.
Gejala-gejala umum rubella meliputi demam, sakit kepala, hidung tersumbat atau pilek, tidak ada nafsu makan, mata merah, pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher, ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan yang awalnya muncul di wajah lalu menyebar ke badan, tangan, dan kaki.
Ruam ini umumnya berlangsung selama 1-3 hari. Nyeri pada sendi, terutama pada penderita remaja wanita. Begitu terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu.
Potensi tertinggi penderita untuk menularkan rubella biasanya pada hari pertama sampai hari ke-5 setelah ruam muncul. “Jika anda atau anak anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter,” tandasnya.
Seksi Suveila s dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Debsy V Pattilima saat membawakan materi mengatakan rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus.
Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. Berikut ini sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan.
“Beristirahatlah sebanyak mungkin.Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada sendi. Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan pilek,” ucapnya.
Sementara untuk langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella. Sejak adanya program vaksinasi, jumlah kasus rubella yang tercatat secara global berkurang secara signifikan.
“Saat ini pemerintah sedang mengampanyekan pemberian vaksin MR menggantikan vaksin MMR. Vaksin MR ini memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Sebelumnya, pencegahan rubella tergabung dalam vaksin kombinasi MMR yang juga mencegah campak dan gondong,” ucapnya.
Pemberian vaksin MR direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, dan diberikan melalui suntikan pada jaringan lemak (subkutan) lengan atas. Vaksin MR ini diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1 SD, yaitu sekitar usia 6 tahun.
Orang dewasa dan anak-anak yang hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin MMR, dapat mendapatkan vaksin MR pada usia berapa pun. Apabila Anak sudah pernah mendapat vaksin MMR, vaksin MR ini juga boleh diberikan. (ady/C)
Tanpa Gejala tapi Bisa Menular
×

