pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pasien Diare Terbanyak di RSUD Daya

MAKASSAR, BKM– Penyakit diare masih mendominasi sebagai penyakit terbanyak diderita pasien di Rumah Sakit Umum (RSUD) Kota Makassar. Tercatat hingga akhir Juni 2018, sebanyak 302 pasien mendapat rawat inap.

Konsumsi makanan yang berlebihan saat ramadan dan lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, menjadi salah satu faktor meningkatnya grafik penderita penyakit tersebut. Bahkan dari data yang dirilis RSUD Daya, ada dua pasien diare yang dipulangkan karena meninggal dunia.
“Kunjungan pasien akhir-akhir ini didominasi gangguan pencernaan seperti diare,” sebut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat RSUD Kota Makassar, Wisnu Maulana, kepada BKM, Selasa (26/6) lalu.
Menurutnya, penyebab dari penyakit tersebut rata-rata disebabkan karena pola makanan yang berlemak dan lambung yang belum mampu beradaptasi dengan baik pasca puasa, sehingga memicu terjadinya penyakit itu.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, jika penyakit tersebut terindikasi parah maka disarankan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut alias rawat inap sementara yang bersifat ringan bisa langsung dipulangkan.
Wisnu menambahkan, dari jumlah 302 pasien rawat inap di RSUD Kota Makassar, laki-laki dewasa paling banyak yang terserang dengan jumlah 153 orang. Perempuan sebanyak 149 orang. Adapun satu laki-laki dan satu orang perempuan meninggal akibat terserang diare.
“Ada banyak faktor penyebab diare antara lain seperti tidak memperhatikan kebersihan lingkungan utamanya kebersihan makanan dan minuman. Tidak mencuci tangan sebelum makan, membuang sampah sembarangan, buang kotoran (BAB/BAK) tidak di toilet atau kamar mandi dan beberapa lainnya yang berkaitan dengan sistem pencernaan,” sebut Wisnu.
Oleh karena itu, Wisnu mengingatkan seluruh masyarakat untuk senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal sebagai langkah didalam mencegah dan meminimalisir terjadinya penyebaran dan berkembang biaknya virus atau bakteri.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu cara mencegah penyakit masuk. Makanan yang dihidangkan di atas meja juga harus tertutup. Sehingga lalat-lalat tidak hinggap di makanan atau minuman.
“Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan agar segera memeriksakan dirinya di puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk segera ditangani,” tuturnya.
Sementara itu, Perawat RSU Haji Provinsi Sulsel, Farida, mengatakan, faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Untuk itu warga harus menjaga kebersihan lingkungannya saat cuaca yang tak menentu saat ini.
Karena menurutnya, lingkungan yang kotor merupakan sarana yang baik bagi bakteri sebagai penyebab penyakit untuk berkembang biak, seperti nyamuk, lalat dan lainnya. Biasanya pada musim hujan akan sangat mudah berkembang biak yang dapat menyebarkan penyakit bagi manusia atau orang disekitarnya.
Farida menambahkan, berdasarkan data di Rumah Sakit Haji yang beralamat di Jalan Dg Tata Raya, tercatat sedikitnya ada delapan orang pasien anak anak hingga orang dewasa yang rawat inap akibat terserang diare, mulai Mei hingga Juni tahun ini.
“Banyak penyebab diare, baik itu sampah, kotoran dan kencing tikus yang tercampur air yang tergenang juga rentan menyebarkan bakteri penyebabnya,” ungkap Farida.
Farida mangatakan bakteri dapat melalui pori pori kulit jika terkena genangan air yang telah tercemar apa lagi kalau ada luka.
“penyakit itu dari kuman, dan itu ada di mana mana, dan bisa masuk ke badan lewat mana saja, tapi paling sering melalui kulit, itu yang paling rentang,” tuturnya.
Adapun total jumlah pasien yang dirawat inap di RS Haji Penprov Sulsel, mencapai 203 orang. (arf-jun)



×


Pasien Diare Terbanyak di RSUD Daya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar