BANYUWANGI, BKM — Kepala Bappeda Pemkab Banyuwangi Suyanto Waspotondo alais Yayat sangat yakin Pemkab Luwu mampu menerapkan Informasi Geospasial (IG).
Menurut Yayat, jika dilihat dari jumlah rombongan Pemkab Luwu terdiri dari gabungan SKPD studi banding soal Infomasi Geospasial di Banyuwangi, dirinya yakin keseriusan Pemkab Luwu mampu menerapkan IG di daerahnya.
“Kami Pemkab Banyuwangi sangat terbuka soal pemanfaatan IG. Semua kita beberkan, silahkan kalau mau ambil soft copinya. Kami yakin jika Luwu serius, pasti mampu melakukan program Geospasial,” tandas Yayat.
Menurut Yayat, Banyuwangi telah mampu mempertahankan dan mengemas tata ruang di daerahnya.
“Banyuwangi telah mampu mencegah, tata ruang menjadi tata uang. Itu sulit loh,” katanya.
Ia mengatakan Banyuwangi memiliki landscape ruang yang luar biasa. Itu menjadi kekuatan tersendiri, untuk menarik orang datang ke Banyuwangi.
Seperti di kawasan Bandara Banyuwangi yang ditata tetap menjadi landscape persawahan. Landscape wisata alam menjadi andalan di Banyuwangi.
Saat ini wisatawan, terutama yang menengah ke atas, cenderung bosan dengan hingar bingar dan lebih memilih alam sebagai tempat wisatanya.
Yayat mengatakan, Banyuwangi harus mempertahankan landscape tata ruang yang ada sekarang. Tinggal terus menumbuhkan keterlibatan masyarakat untuk mengembangkan potensi wisatanya.
Yang membuat Banyuwangi berkembang menurut Yayat, Bupati Banyuwangi tiap keputusannya selalu berpijak pada data.
Sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan “Pemerintah daerah kalau ingin belajar ya ke Banyuwangi,” kata Yayat.
Di jelaskannya ,Geospasial adalah bagian terkecil dari program pemkab Banyuwangi yang di kelola oleh Dinas Kominfo ,semua Aplikasi IT ada di ruang layanan yang telah di siapkan.
“Insya Allah jika pemkab Luwu berbenah saya yakin jika ,pasti mampu melakukan program Informasi Geospasial dan tentu pasti bisa mandiri,” kata Suyanto. (irwan musa)

