LUWU, BKM — Kepala Bappeda Kabupaten Luwu Muhammad Rudi, Selasa (10/7) optimis bisa menerapkan Informasi Geospasial (IG) di Kabupaten Luwu. Optimisme tersebut berdasarkan hasil studi banding di Kabupaten Banyuwangi selama dua hari terakhir.
“Banyuwangi itu kan satu-satunya daerah terbaik pengelolaan Informasi Geospasial se Indonesia. Di Luwu kita sedang genjot Program Satu Data Satu Peta jadi aplikasinya satu peta satu data tidak ada yang beda-beda data dan petanya,” ujar Muh Rudi.
Rudi menambahkan program tersebut akan menjadi skala prioritas bagi Bappeda Luwu untuk dilaksanakan. Soal anggaran akan disegera disusun dan diajukan ke DPRD.
”Kita studi banding untuk mengetahui seberapa besar anggaran yang digunakan dan sejauh apa manfaatnya,” jelasnya.
Menurutnya pemilihan Banyuwangi sebab karakter geografisnya serupa dengan wilayah Luwu. Banyuwangi masuk enam besar daerah kompetisi inovasi pemanfaatan Geospasial pada tahun 2017 yang digelar Badan Informasi Geospasial (BIG) Nasional. Banyuwangi dinilai berhasil mengoptimalkan pemanfaatan Geographic Information System dalam tata kelola pemerintahannya. Dimana informasi geospasial (IG) telah menjadi bagian penting dalam kegiatan pembangunan di Banyuwangi.
Saat ini, Banyuwangi telah memanfaatkan IG untuk membuat peta digital tentang kondisi geografis daerah. Berdasarkan peta tersebut, berbagai program pembangunan mulai dari penanganan kemiskinan, pendidikan, layanan kesehatan, rencana tata ruang, dan monitoring pembangunan dipetakan secara digital dengan memanfaatkan teknologi ini.
“Sehingga itulah Pemkab mengunjungi Banyuwangi untuk mengetahui tata kelola pemanfaatan IG, implementasi IG program penanggulangan kemiskinan. Jumlah warga miskin daerah dipetakan secara digital mulai titik koordinat wilayahnya, jumlah keluarga miskinnya, kategori kemiskinannya hingga jenis bantuan yang diberikan terpetakan secara detail by name dan by adress,”tambahnya. (wan/C)
Bappeda Optimis Bisa Terapkan IG
×

