BULUKUMBA, BKM — Perum Bulog melakukan sosialisasi persiapan penyerapan gabah/beras gadu.
Dalam sosialisasinya dihadapan beberapa kelompok tani dan mitranya, Bulog menggenjot pengadaan gabah atau beras memasuki panen gadu.
Kendati panen gadu tidak sebesar panen rendengan, tetapi tahun ini Bulog masih mampu menyerap pengadaan rata-rata 10 ton setara beras per hari.
Upaya menggenjot pengadaan tersebut untuk mencukupi kebutuhan stok nasional.
“Saat ini pengadaan Bulog telah mencapai 18 ton dari target 40 ton setara beras. Kemampuan penyerapan Bulog itu sangat ditentukan oleh situasi lapangan, terutama harga yang rata-rata baik gabah maupun beras medium saat ini di atas HPP,” kata Sub Divre Bulog Cabang Bulukumba, Djabiruddin.
Salah seorang mitra Bulog H Askar HL, sekaligus pemilik penggilingan di Bulukumba mengaku, bahwa Bulog baik melalui satgas dan kemitraan proaktif untuk langsung membeli gabah maupun beras dari petani.
Meskipun harga gabah masih tinggi, yakni rata-berada rata di kisaran Rp4.300, tetapi di beberapa titik panen masih terdapat harga gabah atau beras yang di bawah atau sama dengan HPP sehingga masih bisa jual ke Bulog.
H.Askar HL menjelaskan Bulog Madiun dimusim gadu ini masih aktif membeli gabah atau beras dari petani baik melalui Satgas maupun mitra.
Terkait gudang Bulog di Bulukumba menilai masih cukup karena ada tambahan gudang sewa dan pengiriman beras ke Papua Kendala space Gudang ini di daerah lain juga sudah diatasi baik dengan sewa maupun mengirimkan beras ke wilayah defisit.
“Upaya-upaya yang telah dilakukan Bulog disaat sosialisasi persiapan penyerapan gabah/beras gadu tersebut diharapkan terus ditingkatkan, sehingga petani senang karena ada yang menjamin pembelian dan harganya,” ungkapnya. (muh amin)

