MAKASSAR, BKM– Berdasarkan hasil analisa maupun kajian tim ahli dari JICA, kolam aguapone bisa menampung air hujan yang turun terus menerus hingga maksimal tiga jam tanpa henti. Olehnya itu, sudah perlu diadakan guna menjadi solusi banjir di depan Kantor Gubernur Sulsel tiap turun hujan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang kepada wartawan, Jumat (20/7) mengatakan, mekanisme kerjanya dari aguapone adalah, genangan air yang kerap mengganggu arus lalu lintas di Jalan Urip Sumiharjo saat hujan deras terjadi, akan dialirkan ke kolam resistensi itu. Selanjutnya, setelah hujan reda, akan dialirkan ke saluran drainase untuk kemudian dibuang ke Sungai Pampang samping UMI.
“Bisa juga airnya digunakan untuk keperluan di Pemprov. Misalnya untuk siram tanaman. Apalagi airnya skala besar, ” kata mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel.
Kolam penampungan tersebut, lanjut dia, akan dibangun diatas lahan Pemprov Sulsel sehingga tidak perlu ada alokasi anggaran untuk pembebasan lahan. Aquapone yang akan dibangun merupakan kolam raksasa berukuran 8×70 meter dengan kedalaman 4 meter. Diperkirakan mampu menampung kapasitas air hingga 2.300 meter kubik.
Darmawan menambahkan, menurut rencana, akhir bulan ini, tepatnya 27 Juli mendatang, akan dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan pelaksana konstruksinya, PT Yamao, untuk pembangunan proyek tersebut.
Proyek tersebut, tambah Darmawan, akan dibangun menggunakan dana hibah dari Pemerintah Jepang. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp18 miliar.
“Jadi ini bentuknya kerjasama antara Pemerintah Jepang dengan Sulsel. Jepang memberi bantuan hibah untuk pembangunan aquapone tersebut. Ditunjuklah JICA memfasilitasi. Kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, PT Yamao juga kontraktor dari Jepang, ” ungkap lelaki yang akrab disapa Andi Wawan tersebut.
Aquapone yang akan dibangun itu merupakan kolam raksasa berukuran 8×70 meter dengan kedalaman 4 meter. Diperkirakan mampu menampung kapasitas air hingga 2300 meter kubik.
Seperti diketahui, banjir di depan Kantor Gubernur Sulsel selalu menyulitkan para pengguna jalan yang melintas. Hujan sedikit saja, genangan air sudah tak terbendung sehingga membuat kemacetan yang cukup parah.
Pembangunan kolam resistensi ini direncanakan sejak Syahrul Yasin Limpo masih menjabat sebagai Gubernur Sulsel. (rhm)

