TAKALAR, BKM — Ketua DPRD Takalar, H Muhammad Jabir Bonto mulai memperlihatkan tangan besinya memimpin parlemen Takalar dalam beberapa hari terakhir. Hal itu mengemuka pasca panitia khusus RPJMD dipaksa mengikuti rapat paripurna dengan agenda pelaporan kegiatan Pansus, meskipun anggota Pansus masih membahas draf RPJMD
”Pembahasan draft RPJMD belum selesai. Tetapi ketua DPRD memaksa rapat paripurna digelar, meski kami menerima undangan rapat tetapi lebih banyak anggota pansus yang tidak menghadiri rapat, karena Kami menilai RPJMD ini abal-abal,” kata Hasbullah Bali, anggota Pansus DPRD Takalar, Rabu (18/7).
Hasbullah Bali, anggota DPRD dari Partai Demokrat ini menambahkan, pelaksanaan rapat pelaporan draft RPJMD selain sangat dipaksakan, Hasbullah menilai agenda rapat sebagai upaya yang sangat terburu-buru ditempuh pimpinan DPRD Takalar.
”Ada kesan RPJMD ini asal selesai saja. Padahal, secara subtantif, RPJMD ini menjadi panduan pembangunan yang muaranya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Hasbullah Bali.
Kesan rapat dipaksakan, juga diutarakan Muhammad Nurfitri dari PKS, dirinya meminta agenda rapat yang hanya dihadiri 12 anggota dari 30 anggota dewan segera ditunda.
Pembahasan RPJMD baru selesai pada bab III sementara ada 9 bab yang akan dibahas, sehingga rapat tersebut pantas ditunda, sampai kerja pansus selesai,” Tandas Muhammad Nurfitri.
Sementara itu, Ketua DPRD Takalar, HM Jabir Bonto yang memimpin rapat tampak berang karena agenda rapat tidak berjalan sesuai keinginannya. ”Rapat ini untuk kemaslahatan umat. Tapi kalau begini kondisi rapat, mana mungkin cita-cita itu tercapai,,” tandas Jabir. (ira/mir/c)
Banyak Anggota Pansus Tidak Hadiri Rapat
×

