MAKASSAR, BKM–Banyak pejabat maupun mantan pejabat ingin mengabdi didaerah masing-masing melalui jalur politik. Hal tersebut lantaran para pejabat dan mantan pejabat ikut mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) disejumlah partai Politik (parpol).
Saat ini sejumlah mantan pejabat juga mencoba peruntungan di parlemen dengan maju sebagai Bacaleg. Di Kota Makassar ada bebeberapa nama yang muncul, seperti mantan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Makassar Arismunandar, mantan Kadis Pekerjaan Umum Makassar Ridwan Muhadir dan mantan Kadis Sosial Ibrahim Saleh.
Sementara di Toraja ada empat mantan kepala dinas yang nyaleg di Partai Berkarya, mereka masing-masing yakni mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Tana Toraja Lexianus Tandi Lintin, mantan Kadis Sosial Simson Sosang, mantan Kadis Koperasi Marthen Rambu, dan mantan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak Rosalina Damme.
Di kabupaten barru, sedikit nya ada tiga mantan pejabat eselon II yang memilih pensiun dini sebagai ASN. Ketiganya yakni mantan Kadis Kesehatan drg Hj Hasnah Syam ( istri Bupati Barru Suardi Saleh), Mursalim Abdullah mantan Kadis Perikanan dan Syamsuddin Muhiddin, mantan Kadis Kominfo.
Hasnah Syam mendaftar sebagai bacaleg untuk DPR RI di Partai Nasdem di dapil Sulsel II. Kemudian Mursalim Abdullah juga melalui Nasdem untuk DPRD Barru di dapil I ( Kecamatan Barru) . Sedangkan Syamsuddin Muhiddin masuk sebagai Bacaleg Partai Golkar DPRD Barru di dapil 5 ( Tanete Rilau).
Ketua Bappilu DPD Nasdem Barru, Takbir Said, yang dihubungi Jum’at ( 20/7) membenarkan jika drg Hj Hasnah Syam mendaftar sebagai bacaleg DPR RI dari Partai Nasdem untuk dapil Sulsel II. “Sosok perempuan seperti Ibu Hasnah sangat layak sebagai representasi wakil DPR RI dari Kabupaten Barru. Dukungan masyarakat Barru sangat memungkinkan satu kursi untuk Ibu Hasnah ,” ujar Takbir.
Di Kabupaten Gowa, mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Yusuf Sommeng semasa pemerintahan Ichsan Yasin Limpo sebagai Bupati Gowa juga ikut maccaleg. Mantan penjabat Bupati Bulukumba, ini juga memantapkan langkahnya menuju dunia parlemen dan Pileg 2019.
Yusuf Sommeng yang terakhir menjabat sebagai Kepala Inspektorat Sulsel mendaftar sebagai caleg di Partai Golkar untuk Dapil II Gowa yakni Dapil Somba Opu. Yusuf Sommeng mengatakan dirinya maju karena dorongan keluarga besarnya. “Yang kedua kenapa saya berniat masuk parlemen karena dukungan masyarakat juga,” ucapnya singkat saat dihubungi via ponselnya.
Di Kabupaten Bantaeng,dua mantan pejabat eselon II juga maju di Pileg mendatang yakni, Sudarni (mantan Plt Bupati Bantaeng) dan H Abdul Gani (mantan Sekkab Bantaeng). Keduanya bersaing dalam satu daerah pemilihan (Dapil), yaitu Dapil I (Kecamatan Bantaeng dan Eremerasa).
Kedua tokoh yang kini terdaftar sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) ini, merupakan birokrat sejati. Selama aktif sebagai pamong praja, keduanya tidak pernah berkiprah di dunia politik. Baik dizaman Orba terlebih lagi dimasa revormasi. Sudarni yang pernah menduduki sejumlah jabatan, dintaranya, Kepala Inspektorat, Kepala BKD, Kepala Dinas PUPR, Plt Sekkab dan Plt Bupati, maju melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Sementara Abdul Gani, yang juga malang melintang di dunia birokrasi, diantaranya pernah menjabat Kadis Perindag Tamben, Kadis Kependudukan dan Keluarga Berencana, Sekkab Bantaeng, mengendarai Partai Bulan Bintang (PBB).
Dosen politik Unibos 45 Dr Arief Wicaksono menuturkan, peluang birokrat untuk dapat terpilih sama dengan peluang para kader parpol yang sudah ada sejak lama. Tinggal bagaimana memainkan perannya dengan baik sesuai dengan investasi sosial yang ia miliki selama menjabat. “Peluang ASN sama saja dengan politisi dalam hal berpolitik atau lebih khusus, maju sebagai calon anggota legislatif. Apalagi jika yang bersangkutan pernah menjadi pejabat, artinya punya pengaruh setidaknya terhadap anak buahnya,” katanya.
Dengan catatan, lanjut Arief, para birokrat tersebut sudah tidak lagi menjabat atau mundur dari jabatannya. Karena menjadi politisi itu tidak diperkenankan menduduki jabatan birokrasi di pemerintahan. “Asalkan yang bersangkutan telah mundur atau pensiun dari ASN sebelum masuk kedalam partai politik yang mencalonkannya,” tuturnya.
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto menuturkan, fenomena birokrat yang memilih peruntungan di panggung politik sudah kerap kali terjadi. Bahkan, sudah ada beberapa mantan birokrat yang berhasil menduduki kursi parlemen. “Migrasi birokrat senior ini kepanggung politik, sebenarnya bukan fenomena baru. Pengalaman sebelumnya, mereka juga ada yg terpilih tapi ada juga yang gagal,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/7).
Peluang menang sendiri, tergantung dari kerja-kerja yang dilakukan. Terutama pemahaman seputar dunia politik yang tujuannya menduduki kursi kekuasaan. Apalagi investasi sosial yang dimiliki para birokrat juga harus memadai untuk mendapatkan dukungan yang sebanyak-banyaknya. “Tergantung kerja-kerja elektoral yang di lakukan. ASN yang punya riwayat terlibat politik praktis, biasanya lebih paham situasi kontestasi. Tergantung juga investasi sosial yang di bangun. Umumnya ASN senior punya pengalaman memimpin infrastruktur birokrasi dalam kerja-kerja elektoral.
Mantan Pejabat Uji Nasib Masuk Parlemen
×

