GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan akhirnya ngopi bareng dengan Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga serta awak media, Sabtu (20/7/2018) siang di TSM.
Pertemuan tanpa jadwal itu disebabkan karena 22 Menit. 22 Menit adalah judul Film berkisah tragis meledaknya bom di Jl Thamrin Jakarta beberapa tahun lalu.
Kapolres Gowa memang melakukan nonton bareng (nobar) yang mengikutkan sejumlah perwira dan personil Polres Gowa, serta pengurus Bhayangkari Gowa dan para wartawan yang kesehariannya berposting di Polres Gowa.
Usai nobar, rombongan Polres dan wartawan bertemu Bupati Gowa, Adnan Purichta yang rupanya menghabiskan akhir pekan di Trans Studio Makassar (TSM) Jl Metro Tanjung Bunga itu bersama keluarganya.
“Saya juga baru mau nonton 22 Menit,” kata Adnan sambil minum kopi semeja dengan kapolres Shinto dan wartawan.
Membahas film tragis itu, Adnan sempat menyinggung jika saat pembuatan film tersebut sempat berada di sekitar lokasi. “Iya saat film ini dibuat, Jl HM Thamrin harus ditutup sehingga membuat macet,” kisah Adnan.
Terkait film 22 Menit, Kapolres Shinto mengatakan, film ini selain mengisahkan ketragisan kejadian yang dialami para korban juga memberikan support kepada jajaran Kepolisian lantaran pihak Kepolisian mampu bekerja apik mengamankan kondisi dan mengungkap kasus bom Thamrin ini.
Kapolres Gowa didampingi Waka Polres Gowa, Kompol Muh Fajri, bersama para kabag, kapolsek menjelaskan alur cerita film dimana aksi berani dan penuh perhitungan yang dilakukan personil Polri saat menumpas aksi teroris dalam waktu 22 Menit itu.
“Satu pelajaran yang dapat kita petik dalam film ini adalah bagaimana upaya yang dilakukan personil Polri dalam menangani aksi teror,” kata Shinto.
Shinto juga mengatakan, sebuah pengalaman hebat dan dapat dipetik adalah tindakan seorang Polisi Lalulintas dalam menindak Jenderal bintang empat karena melakukan pelanggaran. ” Hal yang patut kita pedomani sebagai seorang Polisi. Jadi itu inti dari alur cerita yang ditampilkan dalam film 22 Menit ini,” tambah Shinto. (saribulan)

