PANGKEP, BKM– Pengetatan jumlah penumpang dari kapal tujuan Pulau terluar oleh pihak Syahbandar dikeluhkan warga di wilayah Kecamatan Liukang Kalmas. Masyarakat Pulau terjauh tersebut meminta disiapkan sarana kapal Perintis. Warga Kecamatan Kalmas sebagai salah satu wilayah Kecamatan terjauh di Kabupaten Pangkep ini sangat menginginkan kehadiran kapal perintis. Saat ini mobilitas warga terganggu akibat pengetatan kapal penumpang .
Plt Kadis Perhubungan, Abbas Hasan, Kamis (19/7), menjelaskan tentang adanya keluhan warga di wilayah pulau terluar. Apalagi sekarang ini, pihak Syahbandar di Makassar dan Pangkep memperketat aturan kapal penumpang.
” Sekarang banyak kapal dari wilayah kepulauan Kalmas tidak memenuhi persyaratan sebagai kapal penumpang, misalnya tidak menyiapkan jaket pelampung dan sarana komunikasi,” jelas Abbas.
Sedangkan Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Pangkep, Faizal, menyatakan dalam waktu yang tidak lama. Pulau terluar di wilayah kecamatan Kalmas ini, akan dilayari kapal perintis. Sebelumnya Kapal perintis sudah ada dua tahun lalu di kecamatan Liukang Tangaya.
Sebagai contoh dijelaskan Faisal, warga di Desa Pammas kecamatan Kalmas. Warganya selalu bepergian ke Makassar dengan menggunakan kapal nelayan. Sedangkan waktu jarak tempuh dari Pelabuhan terdekat Paotere Makassar ke wilayah Kalmas sekitar 24-48 jam dalam kondisi perairan yang normal.
” Jarak tempuh seperti itu cukup lama. Berbeda dengan kapal perintis waktu jarak tempuhnya lebih cepat. Jumlah warga Kalmas yang membutuhkan sarana transportasi mencapai 18 ribu jiwa,” bebernya. (udi) .

