GOWA, BKM — Saat ini Kabupaten Gowa berada pada peringkat ke 31 dari 297 kabupaten/kota sebagai daerah pengelola Kotaku yang ada di Indonesia. Peringkat ini merupakan suatu keberhasilan tersendiri bagi Pemkab Gowa.
“Kita berharap tahun ini (2018) Gowa sudah masuk dalam 15 besar dalam penataan kotaku tanpa kumuh, dan pada tahun 2019 nanti sesuai target kita harapkan tidak ada lagi kawasan kumuh dalam perkotaan di Kabupaten Gowa, ” kata Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis disela peletakkan batu pertama pembangunan drainase dan pemasangan paving blok, di Lingkungan Beroanging, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (25/7/2018).
Pembangunan drainase dan pemasangan paving blok ini merupakan Program Kotaku tanpa kumuh (Kotaku) bersama Pemkab Gowa dan para stakeholder dalam rangka menata kota dengan sasaran terwujudnya Gowa tanpa kumuh di tahun 2019 nanti.
Muchlis mengatakan kegiatan Kotaku tanpa kumuh yang diselenggarakan ini harus dapat dimanfaatkan betul-betul oleh semua pihak dan masyarakat.
“Agar dapat dimanfaatkan dengan baik program ini harus sama-sama kita jaga dan pelihara, serta yang terpenting kita juga melihat dari aspek teknisnya,” kata Sekkab.
Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tamarunang, Syamsuddin Rala mengatakan dibangunnya drainase dan paving blok ini sesuai dengan harapan masyarakat setempat yang menginginkan lingkungan tempat tinggalnya tertata dengan baik dan bebas kumuh.
“Kami bersama warga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah merealisasikan pembangunan ini. Ini tentunya tidak lepas dari dukungan Pemkab Gowa yang mempunyai perhatian tinggi,” kata Syamsuddin Rala.
Terpisah, Koordinator Kota (Korkot) Kotaku, Nurliah Ruma menjelaskan untuk tahun 2018 ini Kabupaten Gowa mendapatkan kucuran dana dari pusat sebanyak Rp 45 miliar dan Gowa merupakan daerah kedua terbanyak menerima dana tersebut di Sulawesi Selatan setelah setelah Kota Makassar.
“Kegiatan ini ada 14 titik atau 14 kelurahan yang menjadi lokasi khusus (lokus) untuk mewujudkan Gowa sebagai kota tanpa kumuh. Dan sampai saat ini sudah lima titik yang kita bangun, salah satunya di Kelurahan Tamarunang ini. Khusus di Tamarunang kita siapkan anggaran sebanyak Rp 1,5 Miliar itu untuk tiga kegiatan yakni pembangunan drainase sepanjang 430 meter, pemasangan paving blok seluas 70 kali 3 meter, dan pemasangan plat penutup drainase dengan luas 167 kali 6 meter,” jelas Nurliah Ruma.
Dijelaskannya, sasaran dari Program Kotaku ini diharapkan menjadikan 100-0-100 dengan fokus pada 100 persen warga memiliki sanitasi layak, 0 persen kumuh dan 100 persen warga mendapatkan akses air bersih yang layak konsumsi. Dimana kegiatan tersebut meliputi pembenahan jalan, drainase, air minum, kebakaran dan sanitasi. (saribulan)

