SIDRAP, BKM — Sebanyak 400 personil dikerahkan untuk mengawal proses penetapan Bupati-Wabup Sidrap terpilih periode 2018-2023 oleh KPU Sidrap.
Kapolres Sidrap, AKBP Ade Indrawan kepada BKM, Rabu (25/7) menjelaskan 400 personil merupakan 100 personil BKO dari Brimob Parepare. Sisanya satuan gabungan Dalmas Polres Sidrap.
“Kita siapkan 400 personil, 100 diantaranya dari BKO Brimob Parepare,” ujar Kapolres.
Sistem pengamanan yang akan dilakukan, jelas Ade, tidak berbeda jauh dengan pengamanan sebelumnya seperti pada saat pleno rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilkada Sidrap beberapa waktu yang lalu.
“Kami akan melakukan sterilisasi di area kantor KPU dan Panwaslu dengan radius 100 meter serta tetap melakukan pemeriksaan ketat terhadap pengunjung, cuman yang memiliki id card yang dapat masuk ke area pleno,”tegasnya.
“Kami diback up BKO Brimob Parepare yang dilengkapi dengan senjata lengkap dan kendaraan taktis,”tambahnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berpotensi menimbulkan konflik jelang maupun pasca penetapan pemenang pilkada Sidrap.
“Mari tetap kita jaga kondusifitas yang telah ada, jangan mudah terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.
Jubir DoaMu, Syamsul Bahri meminta pendukung, relawan dan simpatisan DoaMu untuk menyambut penetapan dengan berlebihan.
“Sidrap termasuk salah satu Pilkada yang bebas sengketa, atau tanpa perselisihan di MK. Surat dari MK mempertegas DoaMu segera ditetapkan Cabup-Cawabup terpilih,” ujar Syamsul Bahri kemarin. MK mengeluarkan surat terkait penetapan pasangan calon terpilih pada Pilkada serentak 2018.
Dalam surat MK bernomor Nomor 739 tanggal 23 Juli 2018 itu, KPU di daerah dapat melanjutkan tahapan Pilkada di daerah dengan status tanpa permohonan perselisihan ataupun gugatan.
Sesuai hasil pleno KPU Sidrap pada 4 Juli lalu, DoaMu meraih suara terbanyak dengan mengumpulkan 105.621 suara atau 61 persen, Fatma 67.470 suara atau 39 persen. (ady/C)
Pleno Penetapan Dikawal 400 Personil
×

