SIDRAP, BKM — Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Sidrap, Jufri Gafsal, Rabu (1/8) mengatakan, sebagian orang tua tidak mampu menyiapkan waktu bermain bersama anak.
“Anak bermain dengan berbagai macam cara dan umumnya memiliki jenis permainan yang menjadi kegemaran mereka,” ujarnya.
Mengajari anak secara berulang-ulang itu wajar dan penting untuk mengasa bakat secara bertahap dan meningkatkan keterampilan hidup yang dibutuhkan kelak.
Dengan adanya modul ajar yang hanya ada di PKH melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH kini memiliki kesempatan untuk mempelajari cara Pengasuhan dan Pendidikan Anak.
Orang tua KPM PKH akan diajak memahami apa itu permainan dan bagaimana bermain sesuai dengan tahapan usia anak, serta cara menggabungkan permainan ke dalam kegiatan sehari-hari.
Secara khusus, melalui modul ajar ini, ibu- ibu PKH akan belajar pentingnya kemampuan bahasa bagi anak dan berbagai jenis permainan untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak, yang kelak akan menjadi kemampuan dasar untuk sukses bersekolah ataupun dalam kehidupan sehari – hari.
Jufri mengatakan, kegiatan P2K2 merupakan penemuan terbaik yang dicanangkan pemerintah dalam memperbaiki pola pikir masyarakat, khususnya Ibu-ibu peserta PKH
Dengan adanya modul ajar ini para KPM PKH tak hanya sekedar menerima bantuan sosial. Namun juga mendapat asupan ilmu yang sangat bermanfaat seperti bagaimana pola asuh anak yang baik di rumah, mnajemen keuangan dan lainnya.
“Pemberian KPM PKH agar bisa lebih termotivasi pola pikirnya, untuk menyadari hal penting bahwa Bansos tak selamanya ada. Sangat kecil kemungkinan membuat kaya hanya dengan menerima bansos,” jelasnya. (ady/C)
Anak Usia Dini Belajar PKH
×

