pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Stok Aman Tujuh Tahun, Beras Sidrap Dikirim ke 14 Provinsi

SIDRAP, BKM–Melimpahnya panen beras di Kabupaten Sidrap membuat stok cukup aman. Bahkan ketercukupan beras di Sidrap bisa sampai tujuh tahun lamanya atau 80 bulan ke depan baru bisa habis jika hanya di konsumsi masyarakat Sidrap saja.

Hal tersebut terungkap saat pihak Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Sidrap menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan sekaligus sosialisasi Pengadaan Gabah dan Beras dalam Negeri. Rakor semester II tahun 2018 tingkat kabupaten ini dipusatkan di Aula kantor SKPD Sidrap, Kamis (02/08/2018).

Kegiatan rapat koordinasi ini di ikuti para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Pengusaha Penggilingan. Selain itu turut hadir Perwakilan TNI-Polri, Kepala Divre Sulselbar, termasuk Kepala Sub Divre Sidrap. Hadir pula Bupati Sidrap yang di wakili Kadis Perindag Pemkab Sidrap sekaligus membuka acara tersebut. Kepala Sub Divre Sidrap Siti Mardati Saing mengatakan stok kebutuhan beras di Sidrap melimpah.

“Stok beras saat ini, kalau hanya dikonsumsi masyarakat Sidrap saja, itu baru bisa habis 80 bulan kedepan, jadi stok beras atau ketahanan pangan kita itu aman hingga 80 bulan kedepan,”tegasnya.

Menurut Mardati, konsumsi beras untuk warga Sidrap sangat sedikit, sehingga beras dikirim ke sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dan termasuk di suplai ke 14 Provinsi lainnya di Indonesia. Rata-rata jumlah suplai pengiriman keluar daerah sebanyak 31.730 Ton. “Jadi Sidrap sangat menopang Pangan Provinsi lain. Saya kira masyarakat Sidrap patut berbangga,” Ujarnya disambut aplaus meriah hadirin atas capaian tersebut.

Berdasarkan penyaluran kebutuhan Sidrap dengan pelayanan sampai di Kabupaten Enrekang, maka ketahanan stok surplus hingga harus disuplai ke luar daerah. “Beras Sidrap yang di kirim ke 14 Provinsi di Indonesia ini, terbanyak disuplai ke Provinsi Papua dan Maluku sebanyak 31.730 Ton,”lontarnya.Serapan Gabah Capai 42,372 Ton.

Siti Mardati juga memaparkan jika penyerapan gabah dari bulan Januari hingga Juli kemarin sebesar 42, 372 ton atau 54,33 persen.Menurutnya, target penyerapan beras untuk tahun ini sebesar 78 ribu ton. Sementara yang sudah terserap sudah mencapai 42,372 ton. “Jadi sisa target yang ingin kita capai tinggal 36 ribu ton,” ungkap Siti Mardati.Siti Mardati menambahkan stok beras sampai hari ini (2 Agustus 2018) sudah mencapai 20 ribu ton.

Ditempat yang sama, Kadis Perdagangan Sidrap, Wahyuddin mengucapkan terima kasih dan Apresiasi kepada Kepala Sub Divisi Regional Bulog Sidrap bersama jajarannya sehingga dukungan dan kerjasama antara stakeholder dapat terjalin serta bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Sidrap dalam membangun dan mewujudkan akses pada semua bidang dan sektor pembangunan.

Dengan rapat koordinasi ini konsep pengadaan Gabah dan Beras dalam Negeri yang dilakukan Pemerintah sebagai interprestasi dari sisi produsen pada saat suplai melimpah karena panen raya. Hal ini, untuk melindungi petani dari tingkat harga titik terendah mengingat kurang kuatnya nilai tawar petani saat panen, membuat Pemerintah harus menggunakan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sehingga diharapkan pasar akan menjadikan HPP sebagai patokan membeli Gabah dan Beras petani sebagai bentuk perlindungan kepada Petani. (Ady)



×


Stok Aman Tujuh Tahun, Beras Sidrap Dikirim ke 14 Provinsi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar