TAKALAR, BKM-Tujuh bulan berlalu tampuk kepemimpinan Bupati Takalar, Syamsari Kitta terus berputar,.namun hingga saat ini, reaksi hadirnya pembangunan fisik belum juga terwujud secara kasat mata.
Yang menjadi kian ironi, selain polemik mutasi pejabat yang dinilai amburadul, kini giliran anggaran DAK puluhan miliar tahun 2018 yang sedianya dikucurkan oleh Kementrian Keuangan harus kembali ke pusat.
” Bupati dinilai tidak kreatif mengurus pemerintahan dalam rangka menggerakkan sendi sendi pembangunan, itu terbukti setelah Kemenkeu menolak permohonan perpanjangan pencairan anggaran DAK 2018 untuk penugasan bidan jalan dan irigasi yang mencapai puluhan miliar,” kata anggota DPRD Takalar dari Partai Demokrat, Hasbullah Bali, Sabtu (4/8).
Hangusnya anggaran DAK tahun 2018 diketahui setelah surat permohonan perpanjangan pencairan tidak dapat diberikan oleh Kemenkeu Dirjen perimbangan keuangan sebagai bentuk jawaban dari permintaan Bupati Takalar. “Jawaban Kemenkeu menolak perpanjangan pencairan DAK khusus jalan dan irigasi berdasarkan ketentuan Pasal 81 peraturan Menteri Keuangan tentang pengelolaan transper kedaerah,” Tandas Hasbullah Bali. (ari Irawan)

