GOWA, BKM — Imunisasi campak dan measles rubella fase II resmi dicanangkan Pemkab Gowa diwakili Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis, Rabu (8/8/2018) di SD Limbung Putri, Kecamatan Bajeng.
Untuk tahap pertama Agustus ini khusus dilakukan di sekolah. Sedangkan untuk pelayanan di posyandu dan pos pelayanan lainnya dilakukan September mendatang.
Pencanangan yang dihadiri Ketua TP PKK Gowa, Priska Paramita Adnan dan Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin Tahir serta sejumlah pejabat lainnya termasuk Camat Bajeng, Nasrun dan Kepala PKM Bajeng, dr Wahyudi, menargetkan 208.955 anak sebagai sasaran imunisasi.
Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis dalam pencanangan itu mengatakan, pemberian imunisasi campak dan rubella ini wajib diberikan bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.
Dan perluasan pencanangan program tersebut kata Muchlis diharapkan juga dukungan seluruh pemerintah kecamatan agar menggerakkan aparat pemerintah di wilayahnya untuk mendorong agar anak-anak di wilayahnya melakukan imunisasi campak dan rubella.
Muchlis mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam upaya mencegah penularan penyakit campak dan rubella.
“Dengan adanya pencanangan ini dapat mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya anak-anak kita. Hal ini penting untuk diperhatikan karena bila ada satu saja yang tertinggal maka kita akan gagal memutus rantai penyaluran penyakit campak dan rubella,” kata sekkab.
Terkait isu vaksin halal yang akhir-akhir ini berhembus di masyarakat, pihaknya memberikan hak kepada seluruh masyarakat untuk menunggu keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) apakah vaksin tersebut halal atau tidak halal.
“Kita memberikan hak kepada masyarakat untuk menunda sambil menunggu keputusan resmi MUI. Makanya jika mereka belum melakukan vaksin hingga batas akhir atau akhir September 2018 mendatang, maka kita akan melayani di seluruh puskemas,” kata Muchlis.
Kendati begitu, Muchlis berharap, kegiatan ini bisa mencegah terjadinya kecacatan anak di Kabupaten Gowa dengan memutus rantai penyebaran penyakit campak dan rubella.
Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan, dr Hasanuddin Tahir mengatakan, ada berbagai kategori yaitu PAUD 8.245 anak, TK 10.528 Anak, SD 80.180 , dan SMP 42.619 jadi total keseluruhan 208.955 anak,” jelasnya.
Selain itu, kata dr Hasanuddin, Kabupaten Gowa telah menyiapkan ribuan pos pelayanan imunisasi untuk posyandu sebanyak 757 unit, 1.115 sekolah, 68 pos pelayanan tambahan.
“Untuk melayani semua ini kami siapkan tenaga 600 orang dibantu 1.705 kader posyandu dan 178 supervisor. Diharapkan dengan jumlah tenaga ini dapat mengakses seluruh anak untuk diimunisasi campak dan rubella,” jelas dr Hasanuddin Tahir.
Camat Bajeng, Nasrun mengatakan sebagai pemerintah kecamatan tentunya sangat mendukung program pemerintah dalam menyelamatkan anak dari kecacatan fisik jika tidak diimunisasi campak dan rubella.
“Kami sangat mendukung program imunisasi ini semoga seluruh anak-anak di Bajeng tuntas terimunisasi campak dan rubella,” kata Nasrun. (saribulan)

