MAKASSAR, BKM– Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, menyayangkan adanya kebijakan yang dikeluarkan sejumlah sekolah yang memungut biaya ke orang tua murid untuk membeli buku, berupa buku tematik.
Salah satu sekolah yang sempati disorot yakni Kompleks SD Sudirman. Di sekolah itu diduga memungut biaya Rp300 hingga Rp400 ribu untuk membeli buku paket tematik.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Makassar, Ahmad Hidayat mengatakan, semua sekolah tanpa terkecuali di Makassar sama sekali tidak dibenarkan membuat suatu kebijakan yang tidak rasional dan memberatkan orang tua murid. Sekolah harus membantu anak-anak mendapatkan pendidikan layak, bukan mengambil keuntungan dengan cara komersialisasi pendidikan.
“Disdik Makassar segera turun untuk pertanyakan pembayaran sebesar itu, termasuk dengan pembelian buku. Tidak boleh ada kebijakan dari sekolah memberatkan orang tua siswa menyekolahkan anaknya. Ini harus ditanyakan langsung ke pihak sekolah,” tegas Hidayat, Jumat (10/8).
Pembayaran ataupun pembelian buku-buku dalam lingkup sekolah tambah Hidayat, cenderung diinisiasi paguyuban sekolah yang dibawahi komite sekolah. Semua kebijakan sekolah lahir dari hasil rapat musyawarah sekolah dan orang tua siswa.
“Saya mau tanyakan dana yang dibebankan ke orang tua siswa sebesar itu buat apa, dan mau dikemanakan. Dan apakah kebijakan itu sudah disepakati orang tua semua ? Kalau disepakati, kenapa masih ada pengaduan. Ini yang mau diperjelas semuanya,” jelasnya.
Kepada orang tua murid, diminta untuk berani katakan tidak setuju dalam setiap rapat di sekolah menyangkut pembayaran ataupun pembelian buku. Jangan gengsi dan malu. Sekolah juga diminta untuk melihat kemampuan orang tua siswa.
“Tidak semua orang tua siswa mampu, jadi sekolah jangan membebani orang tua siswa. Harus rasional dan coreng citra pendidikan. Sanksinya ada kalau benar kalau kami temukan ada pelanggaran,” tandasnya. (arf)
Disdik Siapkan Sanksi bagi Sekolah Bisnis Buku
×

