TAKALAR. BKM–Proyek pembangunan jalan hotmix dan proyek peningkatan jalan beton yang terdernya digabungkan beberapa waktu lalu senilai Rp68 miliar, mulai menuai sorotan. Pasalnya, proyek ini diduga berjalan tanpa diawasi oleh konsultan pengawas.
“Proyek penggabungan jalan hotmix dan beton senilai kurang lebih Rp70 Mi yang dibiayai oleh anggaran DAK 2018 yang telah cair uang mukanya disebut tidak diawasi oleh Konsultan pengawas karena anggarannya dari Kemenkeu juga diblokir,” kata Suhendar, salah seorang tenaga konsultan pengawas, Jumat (24/8).
Terpisah, Dinas pekerjaan umum (PU) Kabupaten Takalar melalui Kepala Bidang Bina Marga, Asraruddin Muis saat dikonfirmasi sekaitan hal tersebut mengatakan bahwa proyek jalan dan beton yang tersebar di sejumlah kecamatan tetap diawasi oleh Konsultan pengawas.
“Proyek jalan beton dan hotmix tetap diawasi oleh Konsultan Pengawas, hanya saja anggaran pengawasanya tidak ada karena penganggaran pengawasan kurang lebih Rp1 M diblokir oleh Kemenkeu karena terlambat dilaporkan ke pusat.” kata Asraruddin Muis, Jumat (24/8).
Meski demikian, Asraruddin optimis anggaran pengawasan tersebut meski bersifat pinjaman, pihaknya akan mengupayakan Tahun 2019 mendatang dapat dianggarkan kembali.
Adapun proyek jalan yang tengah bergerak yakni, peningkatan jalan Hotmix poros Buludoang – Cikoang dan Tammuloe – Parangbaddo senilai Rp 8, 5 M, peningkatan jalan beton ruas Bantinoto – Cakura menuju Kampung Tepo ke Cikoang dan ruas Mappajalling Dg Kawang senilai 10, 3 M dan ruas Palleko Malolo Towata Jenemaeja dan Bontonompo – Tana Tana senilai 27, 4 M serta ruas Kunjung Parrappa – Bontokassi Kalubodo dan Julumata Pangkaje’ ne senilai 23, 8 M. (ari irawan)

