Ketua Umum IGI pusat, Muhammad Ramli Rahim punya kesan tersendiri terhadap sosok Nurdin Abdullah. Rencananya 5 September besok Nurdin Abdullah (NA) dilantik sebagai Gubernur Sulsel periode 2018-2023. Berikut kesannya.
Kamis, 13 April 2017 saya tiba di Bantaeng, sebuah pesan pendek dari Prof Nurdin Abdullah saat beliau masih menjabat Bupati Bantaeng “sebentar magrib kita ketemu dinda sambil buka puasa”
Karena saya tiba siang, saya pun berkeliling Bantaeng yang bersih dan rapi hingga menjelang magrib dan segera menuju pantai seruni sesuai perunjuk beliau.
Saya pikir, saya akan bertemu banyak orang, ternyata buka puasa itu menjadi pertemuan yang begitu berkesan. Hanya Prof Nurdin Abdullah dan beberapa orang yang menyiapkan buka puasa beliau. Begitu Istimewa dan berkesan, seorang Bupati menyempatkan diri ngobrol dengan saya hingga jam 11 malam.
Kesederhanaan tampak betul dalam diri beliau, saya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk berguru banyak hal terutama tentang bagaimana memimpin sebuah daerah dengan wilayah kecil, penduduk sedikit dengan PAD yang rendah menjadi sebuah kabupaten yang maju, bersih, tertata rapi dan sangat terkenal. Beliau pun bercerita bagaimana diawal beliau mendapati Bantaeng dengan PAD yang sangat kecil, birokrasi yang masih semraut dengan adanya dana siluman.
Beliau pun berujar “ketika saya tahu ternyata dana yang digunakan dalam perjalanan saya ternyata tidak jelas sumbernya, saya langsung telpon sekertaris saya di perusahaan agar segera mengganti semua dana itu”
Dari sana saya mengambil kesimpulan begitu beliau menjaga diri dari hal-hal yang menyimpang, maka tak heran ketika kekayaan beliau setelah menjabat justru berkurang dibanding sebelum menjabat.
Begitu banyak hal yang beliau ceritakan hingga waktu menunjukkan pukul 23.00 dan pantai seruni yang begitu cantik dimalam hari berangsur sepi. Kami pun berpisah dengan segala kekaguman kepada beliau. Kesan luar biasa yang tak saya temukan pada pejabat lain adalah selama kami berdiskusi tak sekalipun beliau memegang handphonenya.
Di Pilgub saya tak banyak berpihak, sebagai ketuan Umum IGI, saya memilih untuk tidak berpihak kecuali berpihak pada nilai, saya tidak ingin pelajar tak punya teladan sehingga secara tegas saya tidak ingin mantan napi korupsi memimpin Sulsel.
Alhamdulillah, akhirnya Sulsel memiliki pemimpin baru, pemimpin yang berasal dari daerah kecil dengan jumlah pemilih yang tidak banyak. Hal ini menjadi gambaran bahwa geopolitik tak lagi mampu mengalahkan prestasi, masyarakat mulai cerdas memilih pemimpin yang punya rekam jejak yang baik.
Pasangan Nurdin Abdullah dan andi Sudirman Sulaeman besok akan resmi memimpin Sulsel. Harapan tentu saja digantungkan kepada mereka berdua. Nurdin Abdullah adalah sosok teladan dan dapat menjadi panutan pelajar sulsel. Beliau adalah perpaduan antara intelektual yang mencapai gelar tertinggi sebagai guru besar sekaligus entrepreneur sukses. Bantaeng telah merasakan sentuhan tangan dan pikirannya dan tentu saja hal itu diharapkan bisa menular ke level yang lebih tinggi di tingkat provinsi Sulsel. Dalam bidang pendidikan, Sulsel masih kekurangan guru PNS dan banyak diisi guru honorer yang sesungguhnya tak terseleksi dengan baik. Kami berharap Gubernur baru akan mampu menjalankan zonasi guru segera agar tercipta pemerataan kualitas guru. IGI insya Allah selalu siap bersinergi dengan pemerintah dalam upaya peningkatan kompetensi guru tanpa harus bergantung pada APBN dan APBD.
Selamat buat seluruh masyarakat Sulsel yang Insya Allah besok akan mendapatkan Gubernur dan Wakil Gubernur baru yang memiliki harapan baru. Selamat buat Kanda Prof Nurdin Abdullah dan Adinda Andi Sudirman Sulaeman, kami percaya Sulsel akan lebih baik. (rls)

