PINRANG, BKM — Produksi Gabah Kering Sawah (GKS) Kabupaten Pinrang dalam kurun waktu satu tahun terakhir fantastis. Angkanya menembus Rp3,9 triliun. Wow…
Kadis Pertanian Kabupaten Pinrang, Ir Andi Calo Kerrang disela-sela peresmian MS Hotel, Pinrang, Senin (3/9) menjelaskan angka jual hasil panen GKS sangat menggembirakan.
Dia menambahkan potensi pertanian selama ini petani dalam mengelolah persawahannya dengan baik dan ditunjang dengan kerja keras dari aparat pertanian sendi (penyuluh) sehingga produksi pertanian modern bisa mencapai hasil diatas 7.350 kg perhektar.
Data ini, diambil dari sampel 70 karung perhektarnya, atau rata-rata 105 kg perkarung.
Bila kalkulasi dari sampel diatas, produksi bisa meningkat dari 364.000 ton naik jadi 411.600 dengan hasil jual Rp1.975.680.000.000 per satu kali panen atau enam bulan.
“Ini baru perhitungan bruto persatu kali panen. Bayangkan kalau pertahunnya (dua kali panen) hasil petani Pinrang bisa capai Rp 3,9 triliun,” tandas Kadis.
Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Muhammad Jaenal, menambahkan belum maksimal capaian produksi padi di Pinrang tidak terlepas sejumlah titik sekunder merupakan bangunan jaman Belanda yang memerlukan rehabilitasi ringan dan berat.
Ia menyebut titik yang diperlukan penanganan utama dalam peningkatan irigasi seperti sekunder Cempa, Alitta, Tiroang yang mensuplai juga jaringan irigasi Sidrap karena kondisi irigasi sekunder ini merupakan umum yang menjadi wewenang Balai Besar .
Sedang pekerjaan sekunder Kariango (sementara dalam pekerjaan) oleh rekanan putra daerah menelan anggaran Rp5 miliar.
“Saya optimis produksi pertanian kita bisa mencapai diatas 6,5 ton perhektarnya, cukup 30 persen saja sekunder irigasi yang ada di Pinrang dapat perhatian pusat lewat Balai Besar Pompengen Jeneberang Makassar,” kata Jainal. (ady/C)
Wow, Produksi GKS Tembus Rp 3,9 T
×

