MAMUJU, BKM — Usaha Mikro Kecil dan Manengah (UMKM) yang menerapkan asas kebersamaan, kemandirian, kemajuan, keadilan, serta kesatuan ekonomi nasional merupakan usaha kerakyatan yang mendapat perhatian istimewa dari pemerintah, diharapkan dapat ikut memberi dukungan dalam penerapan Nawacita Presiden.
”Kita tidak mungkin mendapatkan keberhasilan kalau hanya dukungan dari pemerintah saja. Tapi juga dukungan dari masyarakat. Untuk itu, UMKM ini juga merupakan suatu bentuk dukungan dalam menyukseskan Nawacita Presiden. Karena kegiatan ini bermaksud membentuk pelaku UMKM agar siap menghadapi persaingan bisnis ke depan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dari pangan dan produk yang membahayakan,” tutur Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Enny Anggraeny Anwar pada acara sosialisasi Pemberdayaan UMKM yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju di ruang pertemuan lantai III, kantor gubernur Sulbar, Selasa (4/9).
Ia juga menyampaikan, di tengah kendala-kendala persaingan usaha yang ada, ia mengimbau para peserta untuk bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengerti bagaimana bersaing dalam bisnis untuk mengenalkan produk pada masyarakat agar produk dari pangan Sulbar bisa dikenal juga di kalangan masyarakat.
Manfaatkan kesempatan ini untuk mengetahui bagaimana pengajuan izin usaha agar disetujui. Juga bisa berkomunikasi dengan pihak BI Sulbar tentang cara mengeluarkan kredit. Tantangan yang lain pun masih banyak yang harus dihadapi. Untuk itu diperlukan usaha inovatif dengan memanfaatkan semua jaringan komunikasi yang ada.
Enny juga mengapresiasi keberadaan BPOM di Sulbar, dengan banyaknya pencapaian yang telah terlihat. Salah satunya pengawasan dalam bidang makanan dan obat yang tidak hanya untuk masyarakat, tapi juga untuk jajanan anak sekolah di enam kabupaten di Sulbar, dengan gagasan sosialisasi tersebut dalam rangka membentuk UMKM mandiri yang memiliki produk-produk berkualitas di Mamuju dan Sulbar pada umumnya.
”Saya juga sering ikut kegiatan pengawasan. Mudah-mudahan ke depan kesehatan di Sulbar meningkat. Karena kita tahu sendiri, di Sulbar ada kasus kesehatan seperti gizi buruk dan stunting yang disebabkan makanan. Jadi sekali lagi, apresiasi saya kepada BPOM. Mari kita bersama-sama melakukan pengawasan pangan yang baik. Saya berharap kegiatan ini mendapat hasil maksimal. Karena saya ingin sekali agar produk pangan kita dikenal keluar dengan kemasan yang tak kalah menarik,” tandas Enny.
Sosialiasi tersebut dihadiri peserta pemberdayaan UMKM 2018 yang terdiri dari pemilik UMKM yang tersebar di Kabupaten Mamuju berjumlah 34 peserta. Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya dari pihak Pemprov Sulbar, yaitu Wagub Enny Anggraeny Anwar, perwakilan dari Bank Indonesia Sulbar, dan perwakilan dari BPOM di Mamuju. (ala/mir/c)
UMKM Diharap Hasilkan Produk Bersaing
×

